Bantu Anak Korban Kebakaran Tengarong Kembali Ceria, DP3A Kukar Siapkan Mewarnai

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:17 WIB
Aktivitas mewarnai bagi korban kebakaran Tenggarong yang dilaksanakan DP3A Kukar (Elmo/Prokal.co)
Aktivitas mewarnai bagi korban kebakaran Tenggarong yang dilaksanakan DP3A Kukar (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Pemulihan pascakebakaran di RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya menyangkut rumah dan kebutuhan sehari-hari. Kondisi psikis anak-anak yang terdampak juga menjadi perhatian, agar pengalaman kebakaran tidak membekas menjadi trauma berkepanjangan.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar mulai melakukan pendampingan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak. Sekitar 50 anak korban kebakaran mengikuti kegiatan mewarnai pada Kamis (8/10/2026) kemarin.

Kepala DP3A Kukar Syafliansyah mengatakan, pihaknya telah meminta tim menyisir kondisi anak-anak setelah kebakaran untuk mengidentifikasi mereka yang membutuhkan pendampingan. Kegiatan mewarnai menjadi salah satu upaya membantu anak-anak mengelola pengalaman yang baru mereka alami.

“Memang pada saat selesai kebakaran, saya minta teman-teman untuk menyisir, karena biasanya ada anak-anak yang perlu kita dampingi. Makanya hari ini saya saksikan ada kegiatan seperti ini untuk membantu menghilangkan trauma anak-anak,” kata Syafliansyah.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain dan menggambar dengan perlengkapan yang disiapkan DP3A Kukar. Aktivitas ini diharapkan memberi ruang bagi mereka untuk kembali beraktivitas dengan nyaman sekaligus membantu proses pemulihan setelah kehilangan tempat tinggal atau mengalami langsung peristiwa kebakaran.

“Kita siapkan alat tulis. Kita siapkan untuk mereka menggambar, karena ini bagian dari mereka melepaskan ingatan-ingatan yang kemarin,” ujarnya.

Pendampingan juga menyasar orang tua. Syafliansyah mengingatkan pentingnya memperhatikan perubahan perilaku anak setelah mengalami kejadian yang mengguncang, termasuk ketika anak yang biasanya ceria menjadi lebih banyak diam.

Perubahan tersebut, menurut dia, perlu disikapi agar kebutuhan emosional anak tidak terabaikan selama keluarga menjalani masa pemulihan.

“Sekalian juga kita edukasi orang tua supaya bisa melihat kondisi anaknya seperti apa. Mungkin yang tadinya ceria, kemudian jadi lebih banyak diam, itu kan perlu kita sikapi,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah anak yang mengikuti kegiatan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Sejumlah siswa kelas 3 dan 4 dari sekolah dasar terdekat juga turut hadir. Peserta bahkan sempat melebihi kapasitas lokasi sehingga beberapa anak keluar dan pulang, sementara ada pula yang kembali mengikuti kegiatan menggambar untuk kedua kalinya.

Menurut Syafliansyah, pendampingan serupa berpeluang kembali digelar. Permintaan juga disampaikan para ibu korban kebakaran yang berharap anak-anak mereka mendapat kegiatan lanjutan untuk membantu proses pemulihan.

“Tadi ada permintaan juga dari ibu-ibunya, mereka ingin didampingi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Nanti kita jadwalkan lagi kegiatan seperti ini, sambil kita evaluasi prosesnya,” tuturnya.

DP3A Kukar akan mengevaluasi kondisi anak-anak untuk menentukan tindak lanjut pendampingan. Syafliansyah berharap kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah agar anak-anak dapat kembali menjalani keseharian dengan lebih ceria setelah menghadapi peristiwa kebakaran.

“Kita ingin anak-anak kita ceria kembali, ketawa kembali, dan bisa melupakan peristiwa yang kemarin,” pungkasnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara