PROKAL.CO, TENGGARONG – Akses menuju lahan pertanian menjadi salah satu pekerjaan utama TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu. Selama satu bulan, personel TNI bersama pemerintah daerah akan meningkatkan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter untuk mendukung produktivitas sekitar 100 hektare lahan pertanian.
Program tersebut resmi dibuka di Lapangan Loa Kulu, Selasa (13/10/2026). Tak hanya jalan tani, pembangunan juga mencakup lima jembatan kayu, gorong-gorong, lima titik sumur bor, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Seluruh sasaran fisik ditargetkan rampung pada 11 November 2026.
Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman mengatakan, TMMD merupakan program lintas sektoral yang mempertemukan TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah perdesaan. Pelaksanaannya di Jembayan Tengah didasarkan pada usulan pembangunan desa yang telah diajukan sejak 2025 melalui musyawarah perencanaan pembangunan.
“Dari sisi strategis, Jembayan Tengah merupakan salah satu desa penghubung menuju wilayah IKN. Desa ini juga menjadi salah satu lokasi yang diusulkan dari beberapa desa, dengan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan, termasuk untuk kawasan pertanian,” ujarnya.
Peningkatan jalan usaha tani menjadi sasaran penting karena akses yang lebih baik diharapkan memudahkan aktivitas petani menuju lahan. Pekerjaan sepanjang 2.163 meter tersebut menggunakan material agregat B lokal.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut, sekitar 100 hektare lahan pertanian akan terbantu melalui pembangunan tersebut. Perbaikan akses diharapkan tidak hanya menunjang produktivitas, tetapi juga menekan biaya produksi yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran petani.
“Secara luasan, sekitar 100 hektare lahan akan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Tentunya, ini akan meningkatkan produktivitas petani,” kata Aulia.
Ia berharap, akses yang lebih memadai dapat membantu petani mengangkut kebutuhan produksi maupun hasil panen. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, nilai tukar petani diharapkan meningkat dan berdampak pada kesejahteraan mereka.
Selain jalan tani, lima titik sumur bor direncanakan untuk mendukung kebutuhan air, termasuk pengairan sawah. Sementara itu, pembangunan lima jembatan kayu dan gorong-gorong menjadi bagian dari penguatan infrastruktur desa agar akses masyarakat dan aktivitas pertanian dapat berjalan lebih baik.
Di luar infrastruktur pertanian, TMMD ke-130 juga menyasar rehabilitasi lima rumah tidak layak huni, pembangunan lima unit MCK, serta renovasi satu musala. Program ini turut mencakup penanaman 3.000 pohon sebagai bagian dari kegiatan tambahan.
Benny menjelaskan, pelaksanaan TMMD melibatkan 150 prajurit TNI dari berbagai satuan, termasuk personel Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang didatangkan dari Balikpapan. Mereka akan bekerja bersama unsur pemerintah daerah dan pihak terkait selama program berlangsung.
Sasaran kegiatan juga mencakup pembangunan nonfisik melalui penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, pencegahan stunting, serta pelayanan kesehatan. Pengobatan gratis massal dan santunan bagi anak yatim turut dijadwalkan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung.
Aulia mengapresiasi pelaksanaan TMMD sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dengan TNI dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Polri. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan diperluas agar manfaat pembangunan dapat menjangkau lebih banyak desa di Kukar.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dikembangkan. Apalagi tadi sudah disampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa dilaksanakan empat kali dalam satu tahun,” tuturnya.
Dengan waktu pengerjaan sekitar satu bulan, peningkatan jalan usaha tani dan sarana pendukung lainnya diharapkan menjadi fondasi bagi aktivitas pertanian Jembayan Tengah. Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah fasilitas tersebut digunakan. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co