Api Hanguskan 11 Rumah di Loa Ipuh Kukar, Dua Anak Meninggal Terjebak di Dalam Rumah

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:18 WIB
Kebakaran di Loa Ipuh.
Kebakaran di Loa Ipuh.

PROKAL.CO, TENGGARONG – Kebakaran besar kembali melanda Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, api menghanguskan 11 rumah di Gang Karya, Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Selasa (13/10/2026) malam hingga Rabu (14/10/2026) dini hari. Dua anak berusia 3 dan 7 tahun meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah, sementara seorang pria mengalami luka bakar.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 23.50 Wita. Api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah salah seorang warga sebelum membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. 

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi, dalam laporan resminya menyebutkan, kedua korban merupakan anak dari pemilik rumah yang pertama kali dilaporkan terbakar. Saat kejadian, keduanya masih berada di dalam rumah.

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, kebakaran diketahui setelah seorang warga dibangunkan tetangganya dan diberi tahu bahwa rumah tersebut terbakar. Saksi kemudian melihat bagian meteran listrik dilalap api dan berusaha memadamkannya menggunakan air.

Di tengah situasi itu, ibu kedua anak tersebut berteriak meminta pertolongan karena anak-anaknya masih berada di dalam rumah. Sang ayah sempat berupaya mencari dan menyelamatkan keduanya, tetapi tidak berhasil. Ia kemudian keluar dari rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.

Api terus membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya yang sebagian besar berbahan kayu. Ketika saksi lain tiba di lokasi, kobaran api sudah melalap rumah tersebut dan sejumlah bangunan di sebelahnya.

Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berjibaku menjinakkan api. Berdasarkan laporan kepolisian, kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.35 Wita. Setelah itu, petugas melakukan pencarian dan evakuasi terhadap kedua anak yang masih berada di dalam rumah.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 03.28 Wita. Identitas korban anak tidak dicantumkan dalam pemberitaan ini.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.45 Wita. Petugas kemudian mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dari wilayah Tenggarong, termasuk armada dari kawasan Patimura dan Markas Komando (Mako).

Fida menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit. Namun, petugas menghadapi kendala berupa akses jalan yang sempit dan kondisi permukiman padat. Ketersediaan sumber air juga menjadi faktor penting untuk mendukung upaya pemadaman.

“Kendalanya terutama akses jalan yang sempit dan kondisi permukiman yang padat. Ketersediaan sumber air juga menjadi hal penting dalam proses pemadaman. Kalau sumber air tersedia, kami berupaya masuk ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Kebakaran berdampak pada dua wilayah rukun tetangga (RT), yakni RT 61 dan RT 26 Kelurahan Loa Ipuh. Berdasarkan laporan kepolisian, sebanyak 11 bangunan rumah terbakar. Sejumlah bangunan tersebut mencakup rumah warga, rumah sewaan atau bangsalan, serta asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang.

Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp3 miliar. Dampak kebakaran juga dilaporkan mengenai bangunan SDN 021 Tenggarong di kawasan Jalan Delta. 

Polisi telah mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Unit Inafis Satreskrim Polres Kukar juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Loa Ipuh