PROKAL.CO, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah dihadapkan banyak musibah kebakaran yang menyasar permukiman selama beberapa waktu terakhir. Kebakaran-kebakaran ini terjadi dalam kurun waktu yang tidak lama. Menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengajak masyarakat meningkatkan pengawasan dan mengantisipasi berbagai sumber pemicu kebakaran, mulai dari api di dapur hingga potensi korsleting listrik. Imbauan itu disampaikan menyusul kebakaran di Gang Karya, Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Selasa (13/10/2026) malam hingga Rabu (14/10/2026) dini hari, yang menewaskan dua anak.
“Kami berbelasungkawa atas terjadinya kebakaran tadi malam, apalagi sampai merenggut korban jiwa. Dua orang anak meninggal dunia dan ayahnya mengalami luka bakar serius,” ujar Aulia saat diwawancarai, Rabu (14/10/2026).
Pemerintah Kabupaten Kukar menyatakan prihatin atas musibah tersebut. Aulia menegaskan, meski kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu, sejumlah langkah pencegahan bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya.
Ia meminta masyarakat memastikan api di dapur benar-benar padam sebelum tidur. Peralatan listrik yang tidak digunakan juga perlu dimatikan dan tidak dibiarkan tetap terhubung ke sumber listrik apabila berpotensi memicu kebakaran.
“Bahkan ketika meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya listrik yang ada di rumah itu dimatikan total, sehingga tidak menimbulkan kemungkinan korsleting listrik di rumah-rumah kita,” tegasnya.
Ajakan itu disampaikan di tengah rangkaian kebakaran yang berulang kali menyasar permukiman di Kukar. Dampaknya tidak hanya berupa kerusakan rumah dan kehilangan harta benda, tetapi juga mengganggu kehidupan warga hingga menimbulkan korban jiwa.
Menurut Aulia, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat diharapkan saling mengingatkan dan mengawasi lingkungan masing-masing untuk mengenali serta mengurangi potensi kebakaran sedini mungkin.
Di sisi lain, Pemkab Kukar juga berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk menyiapkan langkah penanganan bagi warga terdampak. Upaya tersebut mencakup penanganan jangka pendek hingga jangka panjang, dengan perhatian awal pada pemulihan aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Jangka pendek kita adalah bagaimana warga masyarakat kita yang ada di sekitar itu tidak terhalang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Yang sekolah, seragam sekolahnya ketika tidak ada, nanti kita upayakan untuk mengadakan itu dan lain sebagainya, sehingga kita bisa mengurangi beban dari warga masyarakat kita yang terkena musibah kebakaran,” jelasnya.
Aulia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah sekaligus mendorong langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Mengingat banyaknya kejadian kebakaran di tempat kita, maka mari kita saling mengingatkan, mengawasi untuk bersama-sama menghindarkan diri atau memitigasi segala potensi kebakaran. Atas nama Pemkab Kutai Kartanegara, kami selalu bersama masyarakat untuk mencegah musibah ini,” pungkasnya. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co