Sebanyak 3.212 RT di Kukar Berpeluang Nikmati Internet Gratis, Ini Skemanya

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:03 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar Arianto (Elmo/Prokal.co)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar Arianto (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Rencana internet gratis di seluruh wilayah rukun tetangga (RT) mulai masuk dalam skema penyesuaian Program RT-KU Terbaik di Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar mengusulkan sebagian anggaran program sebesar Rp50 juta per RT tahun ini diarahkan untuk pengadaan perangkat internet sekaligus pembayaran kuota selama tiga bulan.

Usulan tersebut muncul setelah anggaran Program RT-KU Terbaik disesuaikan dari rencana awal Rp150 juta menjadi Rp50 juta per RT. Dengan pelaksanaan yang ditargetkan mulai Oktober 2026, pemerintah daerah mempertimbangkan kegiatan yang bisa direalisasikan dalam waktu terbatas dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Kepala DPMD Kukar Arianto mengatakan, berdasarkan petunjuk teknis (juknis), kegiatan RT-KU Terbaik mencakup empat bidang, yakni ketahanan sosial, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur skala kecil, dan operasional RT.

Ketahanan sosial meliputi bantuan bagi warga sakit, ibu hamil, serta makanan bergizi untuk lansia dan balita. Sementara pemberdayaan masyarakat mencakup kegiatan pelatihan, sedangkan sektor infrastruktur diarahkan pada perbaikan lingkungan dalam skala kecil.

Namun, dengan anggaran yang telah dipastikan sebesar Rp50 juta dan waktu pelaksanaan yang terbatas, DPMD mulai menyusun alternatif kegiatan yang bisa diterapkan secara serentak di lingkungan RT.

“Kami mendorong adanya kegiatan yang nanti spesifik bisa dilaksanakan serentak, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat wilayah RT. Rencana kita, mudah-mudahan salah satunya akan kita dorong untuk mengadakan peralatan internet desa gratis,” kata Arianto dalam wawancara, Rabu (14/10/2026).

Jika disetujui, perangkat yang dibeli melalui anggaran tersebut akan digunakan untuk menyediakan akses internet gratis di wilayah masing-masing RT. Arianto menyebut terdapat 3.212 RT di Kukar yang berpotensi menjadi sasaran program tersebut.

Menurut perhitungan sementara DPMD, pengadaan perangkat hingga pembayaran kuota internet selama tiga bulan diperkirakan membutuhkan sekitar Rp12 juta. Dengan demikian, skema ini dinilai memungkinkan untuk dipertimbangkan di tengah keterbatasan anggaran program tahun ini.

“Di angka Rp12 juta itu semua perangkat bisa dibeli, sampai pembayaran kuota internetnya untuk tiga bulan, insyaallah bisa,” ujarnya.

Meski demikian, Arianto menegaskan, internet gratis tersebut masih sebatas usulan. Pelaksanaannya bergantung pada persetujuan pimpinan serta kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan Bupati Kukar.

“Kalau misalnya nanti kita simulasikan, pimpinan setuju, kemudian juga itu kebutuhan yang memang sesuai janji Pak Bupati, sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat, insyaallah kita laksanakan,” jelasnya.

Program RT-KU Terbaik sendiri direncanakan berjalan mulai Oktober tahun ini. Penyesuaian anggaran menjadi Rp50 juta per RT dilakukan dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang tersisa.

Apabila usulan DPMD disetujui, internet gratis berpotensi menjadi salah satu kegiatan bersama yang menjangkau ribuan RT di Kukar. Namun, kepastian pelaksanaan, mekanisme pengadaan, serta cakupan layanan masih menunggu keputusan pemerintah daerah. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara