PROKAL.CO, TENGGARONG – Duka akibat kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, kian mendalam. Hamri Noor, ayah dari Ahmad Ali Maulidy, 7, dan Husin Taufiqurrohman, 3, yang lebih dahulu meninggal dunia dalam kebakaran tersebut mengembuskan napas terakhir pada Rabu (14/10/2026) malam—tepatnya pukul 20.39 WITA.
Hamri sebelumnya mengalami luka bakar berat ketika berusaha menyelamatkan kedua anaknya dari kobaran api yang melahap rumah mereka pada Selasa (13/10/2026) malam. Meski penanganan medis telah dimaksimalkan sejak malam kejadian, kondisinya yang kritis membuat nyawanya tak tertolong.
Direktur Utama RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, dr Mauritz Silalahi, mengatakan Hamri mengalami luka bakar dengan luas lebih dari 75 persen. Sejak awal dirawat, pasien langsung mendapatkan penanganan intensif di ruang ICU.
“Memang sudah dimaksimalkan penanganan dan cukup berat luka bakarnya, di atas 75 persen. Penanganan langsung dilakukan sejak malam tadi di ruang ICU,” ujar Mauritz.
Menurut dia, kondisi Hamri tergolong berat. Selain mengalami luka bakar luas, pasien juga memiliki riwayat stroke yang turut menjadi pertimbangan dalam penanganan medis.
Tim medis telah mengupayakan perawatan maksimal, termasuk memberikan bantuan alat pernapasan untuk menunjang kondisinya. Namun, beratnya luka bakar dan kondisi kesehatan pasien membuat proses penanganan menghadapi risiko tinggi.
Mauritz menjelaskan, luka bakar yang dialami Hamri sebenarnya memerlukan tindakan pembersihan jaringan luka. Namun, kondisi pasien tidak memungkinkan dilakukannya pembiusan yang diperlukan untuk tindakan tersebut secara optimal.
“Luka bakar itu harus dilakukan pembersihan, cuma memang kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan pembiusan. Makanya dilakukan secara lokal saja pembersihan luka bakarnya dan tidak dilakukan operasi karena kondisi yang cukup parah dan berisiko tinggi,” jelasnya.
Hamri menjadi korban luka bakar dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 23.50 Wita di kawasan permukiman padat penduduk tersebut. Saat api membesar, ia berusaha menyelamatkan kedua anaknya yang masih berada di dalam rumah. Namun, kobaran api dan kayu yang terbakar menghalangi upayanya untuk kembali masuk.
Kedua anaknya kemudian ditemukan meninggal dunia setelah api berhasil dipadamkan dan petugas melakukan pencarian pada Rabu dini hari. Keluarga menyebut Ali dan Husin ditemukan dalam posisi berpelukan.
Kebakaran tersebut menghanguskan 11 bangunan rumah dan menyebabkan kerugian material sementara yang ditaksir mencapai Rp3 miliar. (moe)
Sumber : prokal.co