Terdampak Kebakaran Loa Ipuh, Disdikbud Kukar Usulkan Revitalisasi SDN 021 Tenggarong 

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35 WIB
Dampak kebakaran di SDN 021 Tenggarong (Istimewa)
Dampak kebakaran di SDN 021 Tenggarong (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran di Gang Karya, Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong awal pekan ini diusulkan untuk direvitalisasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengidentifikasi kerusakan dan melaporkannya kepada Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP).

Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk memperbaiki bangunan sekolah yang terdampak kebakaran pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, 13–14 Oktober 2026. Ia berharap rehabilitasi dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Pertama, kemarin saya sudah melakukan identifikasi, kemudian langsung kita laporkan ke BPMP untuk diusulkan revitalisasi. Insyaallah, mereka berkomitmen agar dalam waktu dekat kita bisa melakukan rehabilitasi untuk sekolah itu,” kata Heriansyah saat diwawancarai di Tenggarong, Jumat (16/10/2026) kemarin.

Heriansyah memperkirakan kebutuhan biaya untuk merehabilitasi kembali bangunan sekolah tersebut mencapai sekitar Rp2 miliar. Nilai itu merupakan perkiraan biaya pemulihan bangunan, bukan angka kerugian final yang telah ditetapkan melalui penghitungan resmi.

Di tengah penanganan kerusakan, Disdikbud Kukar juga menyiapkan langkah agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung. Menurut Heriansyah, pembelajaran di SDN 021 Tenggarong dijadwalkan kembali berjalan pada Senin (19/10/2026), dengan metode yang menyesuaikan situasi dan kondisi sekolah.

Jika kondisi lingkungan masih dipenuhi asap yang berpotensi membahayakan, pembelajaran akan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Sekolah ini Senin sudah berjalan. Walaupun metodenya mungkin melihat lagi situasi dan kondisi. Kalau kondisi masih berasap dan cukup berbahaya, kita lakukan PJJ,” jelasnya.

Selain menangani kerusakan bangunan, Disdikbud Kukar membuka pos pengaduan bagi masyarakat yang kehilangan ijazah akibat terbakar dalam peristiwa tersebut. Langkah ini disiapkan untuk membantu warga yang dokumen pendidikannya ikut terdampak.

Disdikbud juga memberikan kelonggaran kepada guru yang terdampak agar dapat melakukan absensi di lokasi tempat mereka menjalankan proses pemulihan.

Meski sebagian bangunan terdampak, Heriansyah memastikan tidak ada komputer sekolah yang ikut terbakar. Sejumlah kursi juga masih dapat digunakan kembali.

Penanganan SDN 021 Tenggarong menjadi bagian dari upaya pemulihan pascakebakaran di kawasan permukiman Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh. Selain pemulihan fasilitas pendidikan, keberlangsungan pembelajaran dan penanganan dokumen warga yang terbakar menjadi perhatian pemerintah daerah. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara