PROKAL.CO, TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) terbuka terhadap berbagai inovasi yang berpotensi mendekatkan pelayanan kepada aparatur sipil negara (ASN), termasuk wacana penyaluran gaji melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, gagasan tersebut dapat menjadi salah satu opsi untuk dipertimbangkan selama pelaksanaannya memungkinkan dan mampu memberikan kemudahan bagi pegawai.
“Kalau memang memungkinkan dengan pertimbangan mendekatkan pelayanan, why not?” kata Sunggono saat diwawancarai di Kantor Bupati Kukar, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, setiap gagasan yang bertujuan meningkatkan kemudahan pelayanan perlu dicermati secara terbuka. Meski demikian, penerapannya harus didukung kesiapan infrastruktur, sistem penggajian, serta kemampuan pengelola koperasi dalam menjalankan layanan tersebut.
Sunggono menilai, kesiapan teknis menjadi bagian penting agar mekanisme yang nantinya dipilih dapat berjalan dengan baik dan memberikan kemudahan bagi ASN.
“Kalau memang itu hal yang baik, tentu akan kita pertimbangkan. Apalagi kalau tujuannya untuk mendekatkan pelayanan, sehingga pegawai lebih mudah mendapatkan akses,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan pengurus koperasi dalam mengoperasikan aplikasi penggajian juga perlu menjadi perhatian. Dengan persiapan yang matang, gagasan tersebut dapat dikaji berdasarkan kebutuhan pelayanan dan kesiapan pihak yang akan menjalankannya.
“Prinsipnya, kalau memungkinkan kenapa tidak, tetapi kita harus melihat semuanya secara jelas,” tegasnya.
Wacana pembayaran gaji ASN melalui Koperasi Merah Putih menjadi bagian dari pembahasan di tingkat nasional mengenai peluang memperluas peran koperasi dalam pelayanan ekonomi masyarakat. Namun, mekanisme penerapan dan kepastian pelaksanaannya masih perlu diperjelas.
Bagi Pemkab Kukar, peluang tersebut dapat dicermati dengan mempertimbangkan manfaat pelayanan, kesiapan sistem, dan kapasitas pengelola. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil nantinya dapat didasarkan pada pertimbangan yang matang dan kebutuhan pelaksanaan di lapangan. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co