PROKAL.CO, TENGGARONG – Aksi pemuda kebut-kebutan di jalur Tenggarong–Samarinda yang viral setelah disebut-sebut dihadang warga ternyata didahului insiden di jalan. Sejumlah pemuda dilaporkan terjatuh dan menyerempet pengendara mobil, sebelum warga menghadang rombongan lain yang masih melaju kencang menggunakan balok kayu.
Kasat Lantas Polres Kutai Kartanegara (Kukar) AKP Ahmad Fandoli menjelaskan, warga tidak serta-merta menghadang para pemuda tersebut. Tindakan itu terjadi setelah insiden sebelumnya, ketika warga berupaya membantu dan melihat pengendara lain masih melakukan aksi kebut-kebutan yang berisiko bagi pengguna jalan.
“Jadi, bukan semata-mata warga langsung menghadang. Sudah ada kejadian sebelumnya, baru kemudian mereka dihadang menggunakan balok kayu,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa (20/10/2026)
.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (18/10/2026) itu menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial.
Narasi yang menyebut para pemuda dihadang warga kemudian ramai diperbincangkan. Namun, kepolisian menekankan bahwa insiden yang mendahului aksi penghadangan juga perlu menjadi perhatian dalam melihat persoalan tersebut secara utuh.
Fandoli mengatakan, pihaknya berencana menemui keluarga pemuda yang terlibat, kemudian membuka ruang dialog bersama warga dan fotografer jalanan yang berada di lokasi.
Keberadaan fotografer menjadi salah satu hal yang akan dibahas karena aktivitas dokumentasi di atas trotoar dinilai perlu dievaluasi apabila berkaitan dengan aksi kebut-kebutan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Polisi ingin mendiskusikan situasi di lokasi agar aktivitas fotografi tidak memicu atau mendorong pemuda melakukan tindakan berisiko.
“Kemungkinan nanti kami akan menemui keluarganya terlebih dahulu. Rencananya nanti kami diskusi dengan warga dan fotografer di lokasi,” katanya.
Menurut Fandoli, penanganan tidak cukup hanya melalui imbauan sesaat di jalan. Polisi ingin mempertemukan pihak-pihak terkait agar persoalan tersebut dapat dibahas bersama dan ditemukan langkah penanganan yang tepat.
“Kalau hanya memberikan imbauan di lokasi, menurut saya kurang efektif. Karena itu, kami ingin mengajak mereka duduk bersama, bertemu, kemudian berdiskusi mengenai bagaimana penanganan yang tepat,” ujarnya.
Selain pendekatan dialog, Satlantas Polres Kukar akan meningkatkan patroli setiap akhir pekan, terutama pada jam-jam rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aksi kebut-kebutan kembali terjadi sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalur Tenggarong–Samarinda.
Fandoli belum mengetahui secara pasti usia para pemuda yang terlibat. Sebagian diduga masih berstatus pelajar, tetapi kepolisian belum dapat memastikan identitas usia mereka.
Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, termasuk ketika mereka bepergian dan berkendara di jalan raya.
“Imbauan kami tetap sama, orang tua harus menjaga dan mengawasi anak-anaknya, termasuk ketika mereka bepergian,” tuturnya.
Polisi berharap keterlibatan keluarga, warga, dan fotografer jalanan dapat membantu mencegah kejadian serupa. Sebab, aksi kebut-kebutan bukan hanya berisiko bagi pelakunya, tetapi juga dapat membahayakan pengendara lain yang menggunakan jalur tersebut. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co