PROKAL.CO, TENGGARONG – Rencana pembangunan gudang Bulog di Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki tahap lanjutan. Proses penyiapan dan hibah aset daerah disebut telah mencapai sekitar 80 persen, dengan target persetujuan DPRD Kukar tuntas dalam dua bulan ke depan agar pembangunan dapat dimulai pada 2027.
Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar Dafip Haryanto mengatakan, tahapan yang tersisa terutama menyangkut kelengkapan administrasi untuk memperoleh persetujuan DPRD atas hibah lahan kepada pemerintah pusat melalui Bulog.
Hal itu disampaikan setelah rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kukar dan perangkat daerah terkait pada Rabu (21/10/2026). Pembahasan dilakukan untuk memastikan proses pemanfaatan aset daerah memiliki kejelasan administrasi dan legalitas sebelum diserahkan.
“Untuk pembangunan gedung Bulog, prosesnya sudah hampir 80 persen. Tinggal kelengkapan administrasi yang diminta oleh pihak DPRD, yang akan dipenuhi oleh teman-teman dari BPKAD dan Disperindag sebagai pihak yang menginisiasi proses tersebut,” ujarnya.
Dafip memastikan, lahan yang disiapkan untuk gudang Bulog telah sesuai dengan tata ruang dan sertifikatnya tercatat atas nama pemerintah daerah. Karena pembangunan direncanakan berlangsung pada 2027, penyelesaian administrasi menjadi tahapan penting agar aset tersebut siap dimanfaatkan.
“Kita berharap proses pengajuan persetujuan kepada DPRD bisa selesai dalam dua bulan ini. Jadi, administrasi asetnya harus sudah clear and clean. Aset tersebut nantinya akan kita hibahkan kepada pemerintah pusat melalui Bulog,” jelasnya.
Lokasi yang dipilih berada di kawasan Timbau–Bukit Biru. Menurut Dafip, pemerintah pusat menawarkan program pembangunan 100 gudang Bulog, sedangkan pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan yang memenuhi persyaratan.
Lokasi tidak ditentukan secara khusus, tetapi harus mempertimbangkan risiko banjir, kemudahan akses distribusi, serta ketersediaan sarana pendukung seperti listrik dan air. Faktor tersebut penting karena gudang akan digunakan untuk menyimpan logistik atau bahan pangan.
Sebelumnya, terdapat dua alternatif lokasi yang dipertimbangkan, yakni Tenggarong dan Kembang Janggut. Namun, lokasi di Kembang Janggut tidak direkomendasikan karena berpotensi terdampak banjir periodik.
“Kebetulan, aset yang dinilai memungkinkan berada di kawasan Timbau, Bukit Biru. Lokasi tersebut menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk pembangunan gudang Bulog,” katanya.
Pemerintah daerah menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan fisik akan dilaksanakan Bulog. Total luas lahan yang tersedia sekitar 1,3 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 3.000 meter persegi telah digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Sisa lahan dalam satu hamparan itulah yang direncanakan untuk gudang Bulog.
Jika proses hibah dan persetujuan DPRD dapat diselesaikan sesuai target, pembangunan gudang diharapkan berjalan sesuai rencana pada 2027. Keberadaan fasilitas ini nantinya ditujukan untuk mendukung penyimpanan logistik dan distribusi bahan pangan di Kukar. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co