PROKAL.CO, TENGGARONG – Kesempatan menambah pengalaman kerja di luar negeri kini berpeluang diakses warga Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya alumni pelatihan kompetensi yang dibiayai pemerintah daerah. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar mulai menjajaki minat peserta untuk mengikuti program magang ke luar negeri melalui fasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Sebanyak 305 orang yang mengikuti pelatihan kompetensi dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar pada 2026 menjadi sasaran awal pendataan. Mereka akan dihubungi untuk mengetahui minat dan kesiapan mengikuti program tersebut.
Kepala Distransnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, pendataan direncanakan dilakukan melalui pertemuan daring menggunakan Zoom Meeting. Langkah ini menjadi tahap awal sebelum calon peserta mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan kementerian.
“Tahun ini ada 305 orang yang sudah kita latih melalui APBD. Mereka akan kita panggil dan kita gali lebih dalam peminatannya melalui Zoom Meeting. Apakah mereka berminat bekerja di luar negeri,” ujar Dendy saat diwawancarai, Kamis (22/10/2026) kemarin.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan perlu dioptimalkan agar membuka kesempatan kerja lebih luas, termasuk menjangkau pasar kerja internasional. Karena itu, Distransnaker Kukar berupaya menghubungkan alumni pelatihan daerah dengan program yang difasilitasi pemerintah pusat.
Melalui program Kemenaker tersebut, calon peserta berpeluang memperoleh fasilitasi pelatihan lanjutan, keberangkatan, hingga pengurusan perizinan untuk bekerja di luar negeri. Dendy menyebut fasilitasi program itu diberikan secara gratis.
“Ketika mereka berminat bekerja di luar negeri, nanti akan terfasilitasi mulai dari keberangkatannya, pelatihannya sampai dengan perizinannya oleh Kementerian Tenaga Kerja. Program ini gratis,” jelasnya.
Meski demikian, kesempatan tersebut tidak berarti seluruh alumni otomatis diberangkatkan. Calon peserta tetap harus mengikuti seleksi yang dilaksanakan kementerian, dengan kemungkinan melibatkan dinas tenaga kerja kabupaten maupun kota.
Distransnaker Kukar menargetkan peningkatan keterlibatan dalam program tersebut mulai akhir 2026 hingga sepanjang 2027. Pendataan juga direncanakan menyasar peserta pelatihan yang mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Untuk mekanisme pendaftaran, calon peserta nantinya akan diarahkan menggunakan aplikasi Siap Kerja milik Kemenaker. Namun, Distransnaker Kukar masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut mengenai persyaratan, tahapan pendaftaran, dan pelaksanaan program.
Dendy mengatakan, informasi mengenai perkembangan program akan disampaikan melalui media sosial resmi Distransnaker Kukar. Masyarakat, terutama alumni pelatihan kompetensi, diharapkan mengikuti informasi tersebut agar mengetahui peluang dan ketentuan yang berlaku.
Upaya ini diharapkan dapat memperluas manfaat pelatihan yang telah dibiayai pemerintah daerah. Tidak hanya meningkatkan keterampilan, program tersebut juga membuka peluang bagi warga Kukar untuk memperoleh pengalaman kerja di luar negeri melalui jalur yang difasilitasi pemerintah.
"Kami ingin pelatihan yang telag diberikan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Makanya kami menggali minat para alumni terlebih dahulu dan mengikuti petunjuk dari kementerian agar program ini dapat dimanfaatkan dengan baik," pungkasnya. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co