Disdikbud Kukar Dorong Ekspresi Budaya di Ruang Publik, Libatkan Komunitas Seni Lokal

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar M. Saidar (Elmo/Prokal.co)
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar M. Saidar (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Ruang publik di Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimanfaatkan sebagai tempat ekspresi seni dan budaya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar melibatkan komunitas seni lokal untuk menghidupkan aktivitas kebudayaan di tengah masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar M. Saidar mengatakan, ekspresi budaya di ruang publik menjadi salah satu kegiatan yang dijalankan di samping lima program utama bidang kebudayaan. Kegiatan tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun dengan melibatkan komunitas seni di Tenggarong dan wilayah sekitarnya.

“Di bidang kebudayaan, terdapat lima program, yaitu program pengelolaan kebudayaan, kesenian tradisional, pelestarian sejarah, permuseuman, serta pengelolaan permuseuman,” ujar Saidar, Sabtu (24/10/2026).

Menurut dia, kegiatan ekspresi budaya dirancang agar seni tidak hanya hadir dalam acara formal, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat melalui ruang-ruang publik. Pola ini sekaligus membuka kesempatan bagi komunitas lokal untuk menampilkan aktivitas dan karya mereka.

“Salah satu kegiatan yang mendukung program Bupati adalah ekspresi budaya. Karena itu, kami merencanakan kegiatan ekspresi budaya yang dilaksanakan di ruang publik,” katanya.

Sejumlah lokasi yang menjadi tempat kegiatan di antaranya Taman Musik di Tenggarong dan wilayah Kecamatan Loa Kulu. Pelaksanaannya mendapat dukungan anggaran dan kelembagaan yang berbeda. Kegiatan di Tenggarong memperoleh bantuan anggaran dari bidang sejarah Disdikbud Kukar, sedangkan kegiatan di Loa Kulu didukung pemerintah desa.

Saidar menyebut, kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni dalam menjaga keberlangsungan aktivitas kebudayaan di daerah. Keterlibatan komunitas juga menjadi bagian penting agar kegiatan dapat tumbuh dekat dengan masyarakat.

“Kegiatan ini sudah berjalan selama beberapa tahun. Sebagai bentuk kolaborasi kami dengan komunitas-komunitas yang ada di Tenggarong dan sekitarnya,” tutupnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara