PROKAL.CO, TENGGARONG – Warga di 18 RT Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, mendapat kesempatan mengikuti skrining kesehatan melalui kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ratusan kuota pemeriksaan disiapkan untuk menjangkau masyarakat sekaligus mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Puskesmas Mangkurawang tersebut dipusatkan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Baru, Kamis (5/11/2026). Sosialisasi telah dilakukan sejak sekitar sebulan sebelumnya agar warga dari seluruh RT dapat berpartisipasi.
Sebagaimana program CKG ini merupakan layanan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Bertujuan untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat lebih dini.
Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufiddah mengatakan sasaran CKG ini disesuaikan kelompok usia juga potensi gangguan kesehatan dapat diketahui sejak dini. Di APBD Perubahan 2026 ini, Ismi juga menambah reagen untuk menunjang kebutuhan CKG ini di puskesmas-puskesmas Kukar.
“Kami ingin seluruh Puskesmas mengoptimalkan pelayanan dan perluas jangkauan pemeriksaan. Termasuk melakukan langkah jemput bola agar akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis semakin terbuka,” ucap Ismi.
Lurah Baru, Bayu Ramanda Baninugraha mengatakan, skrining ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Terutama di tengah penurunan kualitas udara dalam beberapa bulan terakhir akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sehingga warga yang merasa sehat tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatannya karena paparan asap berpotensi memengaruhi kesehatan dan memunculkan gejala penyakit, termasuk ISPA.
“Walaupun tidak semua warga yang mengikuti kegiatan ini memiliki indikasi penyakit tersebut. Setidaknya dalam beberapa bulan terakhir terjadi penurunan kualitas udara di tempat kita, maka kita dapat memitigasi,” ujarnya.
Bayu menyebutkan,dalam tiga hingga empat bulan terakhir kondisi udara di Tenggarong tidak sehat akibat Karhutla. Karena itu, tracing TBC menjadi salah satu langkah untuk mendorong masyarakat memeriksakan kondisi kesehatan lebih awal.
Dia menilai pemeriksaan penting karena TBC merupakan penyakit menular yang membutuhkan penanganan dan pengobatan serius. Melalui kegiatan ini, warga diharapkan tidak mengabaikan gejala maupun kondisi kesehatan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Upaya menjangkau masyarakat dengan jemput bola dilakukan dengan melibatkan perangkat RT dan jajaran Kelurahan Baru. Mobilisasi tersebut membuahkan hasil dengan sekitar 100 warga mengikuti pemeriksaan pada gelombang pertama.
“Alhamdulillah, hari ini di Kelurahan Baru, bersama perangkat RT dan jajaran kantor kami, bisa menggerakkan dan memobilisasi warga untuk melakukan pemeriksaan ini,” katanya.
Bayu menambahkan, jumlah peserta masih berpotensi bertambah karena pemeriksaan berlangsung dengan kuota yang telah disiapkan. Pendataan dan pendaftaran juga dilakukan agar peserta dari 18 RT dapat terintegrasi dalam pelaksanaan kegiatan.
Ketua RT 18 Kelurahan Baru, Helmi Ilyas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiasi Pemerintah Kelurahan Baru ini. Di RT 18 sendiri, pria yang akrab disapa Mamat ini mengajak puluhan warganya mengikuti skrining berupa jemput bola ini. Ia juga berharap skrining ini menjadi bagian dari mendeteksi penyakit sejak dini.
“Kami harap tracing ini dapat mencegah berbagai penyakit termasuk TBC dan ISPA bagi warga kami, dan tidak berhenti di sini saja namun berlanjut,” tutur Mamat.
Kolaborasi dengan Puskesmas Mangkurawang ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. Kelurahan berharap keterlibatan warga dapat membantu meningkatkan kesadaran untuk memeriksakan kesehatan, meskipun tidak sedang merasakan keluhan. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co