KUTAI TIMUR – Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) kini memasuki babak baru dalam pengembangannya sebagai motor penggerak hilirisasi di Kalimantan Timur. Kawasan yang terletak di jalur strategis ALKI II ini mulai menunjukkan daya tarik kuat bagi para pemodal, dengan sejumlah calon investor dari sektor industri kimia, energi terbarukan, hingga logistik yang menyatakan kesiapannya untuk menanamkan modal.
Sebagai KEK ke-8 di Indonesia yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014, kawasan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 April 2019. Meski sempat menghadapi tantangan realisasi investasi hingga tahun 2021 yang berujung pada evaluasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, langkah percepatan kini mulai membuahkan hasil nyata melalui berbagai upaya strategis dan penguatan kerja sama mitra usaha.
Direktur KEK MBTK, Ade Himawan, mengungkapkan bahwa penguatan daya saing kawasan terus dilakukan, salah satunya melalui kerja sama dengan PT Palma Serasih Internasional. Saat ini, perusahaan tersebut telah membangun dua tangki timbun berkapasitas masing-masing 5.000 metrik ton serta fasilitas penumpukan cangkang. Rencana ke depan mencakup pembangunan empat tangki tambahan pada tahap pertama, yang akan dilanjutkan dengan pembangunan pabrik penyulingan (refinery) minyak goreng pada tahap kedua.
Optimisme terhadap kawasan ini diperkuat dengan masuknya minat dari enam calon investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi PT Aracord Nusantara yang berfokus pada pengolahan batu bara menjadi amoniak, PT Palm Tree Energy Conversion untuk pengolahan limbah sawit menjadi pelet kayu, dan Hongshi Holding Group yang berencana membangun pabrik polisilikon. Selain itu, terdapat Limes Renewable Energy untuk sektor tenaga surya, serta PT Trinusa Jaya Prima dan PT Prima Nusantara Indosentosa yang masing-masing akan mengelola pelabuhan dan gudang logistik.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menegaskan bahwa KEK MBTK merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran krusial bagi masa depan ekonomi daerah. Ia berharap kawasan ini menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dan pintu gerbang logistik internasional yang mampu meningkatkan daya saing daerah. Oleh karena itu, sinergi infrastruktur dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Dukungan juga datang dari sektor BUMD, di mana Direktur Utama PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda), Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim, menyatakan kesiapannya dalam mengoptimalisasi aset kawasan. Salah satunya adalah pemanfaatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) KEK MBTK untuk menunjang kebutuhan air bersih bagi industri dan masyarakat sekitar. Dengan komitmen pembangunan hijau, KEK MBTK diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam mentransformasi ekonomi Kalimantan Timur secara berkelanjutan. (tp/pt)
Editor : Indra Zakaria