Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tragedi Simpang Perdau: Hindari Lubang Jalan, Dua Pengendara Motor Meninggal Terbakar Usai Tabrakan Maut

Redaksi Prokal • Selasa, 23 Juni 2026 | 06:00 WIB
Proses evakuasi kedua pengendara motor yang tewas terbakar usai kecelakaan terjadi di Jalan Poros Bengalon–Sangatta, tepatnya di kawasan Simpang Perdau, Desa Sepaso Selatan, Bengaln, Kutim.
Proses evakuasi kedua pengendara motor yang tewas terbakar usai kecelakaan terjadi di Jalan Poros Bengalon–Sangatta, tepatnya di kawasan Simpang Perdau, Desa Sepaso Selatan, Bengaln, Kutim.

 
BENGALON – Kecelakaan maut yang merenggut nyawa kembali terjadi di jalan raya. Dua pengendara sepeda motor tewas mengenaskan setelah terlibat tabrakan adu banteng hingga kendaraan mereka hangus terbakar di Jalan Poros Bengalon–Sangatta, tepatnya di kawasan Simpang Perdau, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

Peristiwa memilukan ini bermula saat Yamaha Vixion yang dikendarai BP (36) melaju dari arah Sangatta menuju Bengalon. Saat melintasi tikungan landai, BP diduga bergerak ke kanan demi menghindari lubang di badan jalan.

Sialnya, dari arah berlawanan muncul Honda Genio yang dikendarai oleh SLM  (22). Karena jarak yang sudah terlanjur dekat, benturan hebat pun tidak dapat terhindarkan. Kedua korban terjatuh dan tertimpa motor, sebelum akhirnya percikan api menyambar bahan bakar yang bocor dan membakar kedua kendaraan beserta pengendaranya.

Aparat kepolisian dari Polsek Bengalon langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti. Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden berdarah tersebut.

“Dugaan sementara, salah satu pengendara berupaya menghindari lubang di jalan hingga masuk ke jalur berlawanan dan terjadi tabrakan. Namun kami masih mendalami seluruh faktor penyebabnya,” ujar AKBP Fauzan Arianto kepada awak media.

Melihat kondisi jalur yang rawan dan memiliki titik kerusakan, pihak kepolisian meminta agar para pengguna jalan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama saat melintasi area yang berlubang. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mengurangi kecepatan dan waspada terhadap kondisi jalan di depan,” pungkas Kapolres Kutai Timur.

Akibat insiden mengerikan ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp 20 juta. Sementara itu, jenazah kedua korban langsung dievakuasi oleh warga dan petugas ke fasilitas kesehatan terdekat setelah api berhasil dipadamkan. Kasus ini kini sepenuhnya dalam penanganan Satlantas Polres Kutai Timur. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kutai timur