Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Suami Wajib Tahu! 6 Ciri Ibu Tengah Mengalami Baby Blues Usai Melahirkan

Redaksi • 2024-06-15 10:42:18
Baby blues, (Parenting)
Baby blues, (Parenting)

 

 Baby Blues Syndrom adalah suatu bentuk kesedihan atau kemurungan yang dialami ibu setelah melahirkan.

Dikutip dari RUSP Dr Sardjito Baby blues syndrom biasanya muncul sementara waktu yaitu sekitar dua hari sampai tiga minggu sejak kelahiran bayi. Prevalensi kejadian Baby Blues Syndrome bervariasi di seluruh dunia.

Ibu yang mengalami baby blues biasanya menunjukkan beberapa ciri-ciri berikut ini setelah melahirkan:

 

1. Perasaan Sedih atau Murung

Ibu mungkin merasa sedih, murung, atau cemas tanpa alasan yang jelas. Perasaan ini bisa datang dan pergi dalam sehari atau beberapa hari pertama setelah melahirkan.

2. Kegelisahan atau Kekhawatiran Berlebihan

Ibu mungkin merasa cemas atau khawatir berlebihan terkait perawatan bayi, kemampuannya sebagai ibu, atau masa depan keluarga.

3. Kehilangan Minat pada Aktivitas yang Disukai

 

Ibu mungkin tidak lagi menikmati aktivitas yang biasanya disukai, seperti hobinya atau bertemu teman.

4. Kehilangan Nafsu Makan atau Gangguan Tidur

Gangguan tidur seperti sulit tidur atau tidur berlebihan, serta kehilangan nafsu makan, dapat terjadi pada ibu dengan baby blues.

5. Mudah Marah atau Emosional

Ibu mungkin mudah tersinggung, merasa marah, atau emosional dalam situasi yang tidak biasa membuatnya merasa seperti itu.

6. Kesulitan Berkonsentrasi

Fokus dan konsentrasi ibu mungkin terganggu, membuatnya sulit untuk memproses informasi atau mengingat hal-hal kecil. 

Baby blues biasanya merupakan reaksi yang normal terhadap perubahan hormon dan stres pasca melahirkan. Namun, jika gejalanya parah atau berkepanjangan, penting untuk mencari bantuan dari tenaga medis atau dukungan psikologis untuk mengelola kondisi tersebut dengan baik. (*)

 
 
Editor : Indra Zakaria