Nepal Van Java, julukan Dusun Butuh, yang ada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memiliki lanskap apik untuk dikunjungi.
DERETAN rumah berwarna-warni diketinggian 1.600 mdpl yang berada di kaki Gunung Sumbing itu hampir mirip dengan kontur yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal.
Dusun Butuh memiliki potensi wisata yang luar biasa. Mayoritas penduduk adalah petani. Senyum ramah masyarakat kepada wisatawan seolah jadi sambutan hangat di tengah udara dingin “Nepal Van Java”.
Lereng Gunung Sumbing memiliki banyak desa wisata terkenal yang memikat. Keindahannya telah banyak mempesona wisatawan lokal maupun mancanegara. “Sangat tepat jika dijuluki Nepal Van Java. Lanskap pemandangan yang indah. Sangat menarik untuk dikunjungi,” ujar Reza Nur yang belum lama ini bertandang ke daerah tersebut.
Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), deretan rumah berwarna-warni di ketinggian 1.600 mdpl berada di kaki Gunung Sumbing, mirip dengan kontur yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal.
Ada pula Desa Mangli, yang terdiri dari dari tiga dusun, yaitu Mangli, Bojong dan Dadapan. Dalam perjalanan menuju desa wisata tersebut, Anda dapat melihat banyak perkebunan. “Pesona alamnya luar biasa. Saat ini banyak wisatawan domestik sering berkunjung di akhir pekan untuk menikmati keindahan alamnya, sekaligus merasakan segarnya udara khas pedesaan yang masih alami,” sambung Reza.
Di samping itu, para pecinta alam bisa juga memulai pendakian Gunung Sumbing melalui Desa Mangli. Ada pula Desa Nampan Sukomakmur yang berada di daerah perbatasan antara Magelang dan Wonosobo, tepatnya terletak di Dusun Nampan, Desa Sukomakmur, Kajoran, Magelang. Di sana para pengunjung disuguhkan pemandangan alam yang tidak ada duanya.
Wisata di kaki Gunung Sumbing itu memiliki jalur yang sempit dan naik turun, sehingga tidak disarankan untuk menggunakan kendaraan roda empat. Para pengunjung dapat menggunakan motor pribadi atau menyewa.
“Ke sana itu seperti mendatangi ‘surga’ pemandangan. Udaranya sejuk, jauh dari polusi. Kalau kata anak sekarang healing ke gunung tinggal mendaki. Salah satu pilihan worth it, enggak bakal rugi soalnya,” kunci pria yang aktif sebagai pekerja di laut lepas itu. (dra)
Editor : Indra Zakaria