Diogo Jota kecelakaan saat melintas di Wilayah Zamora, Spanyol Utara, pada Rabu, 3 Juli 2025, dini hari setempat.
Diogo Jota meninggal dunia di usia 28 tahun. Pemain Timnas Portugal itu tewas di tempat bersama sang adik, Andre Jota (26), yang juga seorang pesebak bola.
Dari berbagai sumber media, kecelakaan bermula saat mobil yang mereka kendarai mengalami pecah ban saat mencoba menyalip kendaraan lain di Jalan Tol A-52.
Mobil tersebut kemudian keluar jalur, menabrak pembatas, dan langsung terbakar hebat. Dari gambar yang beredar, di lokasi kejadian hanya tersisa bagian-bagian yang nyaris tak dikenali dari mobil yang ditumpangi kaka beradik tersebut.
Menurut keterangan layanan darurat setempat, kobaran api begitu besar hingga menjalar ke sekitar lokasi.
“Pihak 112 Castilla y León menerima beberapa laporan kecelakaan di KM 65 A-52, Cernadilla, Zamora. Sebuah mobil dilaporkan terbakar usai terlibat kecelakaan,” jelas otoritas darurat dalam pernyataan resmi.
Spesifikasi Mobil Diogo Jota
Lantas mobil apa yang dikendarai Diogo Jota dan sang adik? Dilansir dari laman Elmundo America, diduga kuat supercar Diogo Jota adalah Lamborghini Huracan.
Analisis tersebut berdasarkan satu-satunya ciri yang masih bisa dikenali setelah kecelakaan, yaitu velg mobil.
Selain itu, dari sisa struktur mobil yang masih utuh, spesifikasi supercar Diogo Jota menunjukkan perbedaan dengan Lamborghini Urus.
Yaitu, model SUV populer di kalangan pesepak bola yang berukuran jauh lebih besar dengan panjang 5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi hampir 1,64 meter.
Sementara spesifikasi Lamborghini Huracan jauh lebih ramping dan rendah dengan panjang 4,5 meter, lebar hampir 2 meter, dan tinggi hanya 1,2 meter.
Mobil ini hanya berkapasitas dua penumpang, sedangkan Urus, yang merupakan mobil Lamborghini terlaris, adalah SUV berkapasitas lima orang.
Huracán pertama kali diluncurkan pada tahun 2014, menggantikan model Gallardo. Sejak saat itu, telah muncul banyak varian sehingga sulit untuk memastikan secara tepat model mana yang terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan kedua pesepak bola tersebut.
Saat ini, terdapat empat varian Huracán yang tersedia di pasar; Tecnica, STO, STO Spider, dan Sterrato.
Model pertama yang diluncurkan sudah menghasilkan tenaga 610 hp dan mampu mencapai kecepatan maksimum 325 km/jam.
Varian Sterrato merupakan model khusus yang dirancang untuk melaju di medan off-road. Sementara model STO ditenagai mesin V10 berkapasitas lebih dari 5 liter, dengan tenaga 639 hp, mampu melaju hingga 310 km/jam, dan akselerasi 0–100 km/jam hanya dalam 3 detik.
Lamborgini Huracan menggunakan transmisi otomatis dan penggerak roda belakang, yang dalam situasi kritis seperti pecah ban, membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan.
Harga Mobil Diogo Jota
Di Amerika Serikat, harga Lamborghini Huracan untuk model STO baru bisa mencapai lebih dari US$400.000, belum termasuk fitur tambahan.
Jika dikonversi ke dalam rupiah dengan kurs sekitar Rp16.400 per USD, harga supercar Diogo Jota ini mencapai lebih dari Rp6,56 miliar. (*)
Editor : Redaksi Prokal