Seiring bertambahnya usia, peran dalam hubungan antara anak dan orang tua sering kali berbalik. Anak dewasa kini dituntut untuk mulai memberikan perhatian dan dukungan yang sama besarnya seperti yang telah mereka terima selama bertahun-tahun. Namun, tanpa disadari, tindakan dan kata-kata kita sehari-hari bisa melukai perasaan mereka lebih dalam dari yang kita bayangkan.
Hubungan dengan orang tua tidak lagi bisa berjalan satu arah. Niat yang tulus dan kesadaran (mindfulness) dalam berinteraksi adalah kunci untuk menjaga ikatan keluarga tetap sehat dan kuat.
Dihimpun dari berbagai insight psikolog dan konselor keluarga, berikut adalah 11 kesalahan umum yang sering dilakukan anak dewasa dan berpotensi menyakiti hati orang tua:
1. Kurang Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih
Ucapan "Terima kasih" sering terlewat, padahal bagi orang tua, kata tersebut adalah validasi besar. Menurut Dr. Rajasekhar Kannali, ucapan terima kasih dari anak bisa mengurangi stres orang tua dan membuat mereka merasa usaha pengorbanan mereka berhasil. Kelupaan ini bisa membuat mereka merasa diabaikan dan tidak dihargai.
2. Meremehkan atau Bersikap Acuh
Mengabaikan atau menunjukkan sikap acuh tak acuh bisa membuat orang tua merasa tidak dianggap keberadaannya. Validasi kecil dari anak sangat penting bagi mereka untuk merasa dihargai dan memastikan bahwa mereka telah menjadi orang tua yang cukup baik.
3. Tidak Hormat dan Bersikap Nyolot
Sikap tidak sopan atau nada bicara yang tinggi (nyolot) adalah salah satu hal yang paling menyakitkan. Psikolog Jeffrey Bernstein menyebut bahwa rasa tidak hormat dari anak dapat terasa seperti menihilkan semua pengorbanan yang telah mereka lakukan bertahun-tahun lamanya.
4. Membandingkan dengan Orang Lain
Orang tua juga manusia biasa. Membandingkan mereka dengan orang tua teman atau keluarga lain bisa menimbulkan rasa minder dan membuat mereka meragukan keputusan serta cara pengasuhan yang telah dijalani, seperti yang diungkapkan oleh Kari Kling, M.Ed.
5. Terlalu Kritis
Kritik yang berlebihan bisa membuat orang tua merasa gagal. Bernstein menyarankan agar anak lebih banyak mendengarkan perspektif orang tua dan tidak melulu berfokus pada kesalahan atau kekurangan mereka.
6. Melupakan Momen Penting
Mengabaikan momen spesial seperti ulang tahun atau hari jadi keluarga bisa membuat orang tua merasa hubungan semakin renggang dan tidak diingat lagi.
7. Membuat Mereka Merasa Jadi Beban
Saat orang tua memasuki usia senja, mereka mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan fisik atau finansial. Menunjukkan sikap atau ekspresi bahwa mereka "merepotkan" bisa menjadi penolakan yang sangat menyakitkan bagi mereka.
8. Gagal Memberi Dukungan Emosional
Anak dewasa kerap lupa bahwa orang tua juga butuh divalidasi dan didengar. Mereka juga ingin berbagi cerita dan dihargai perasaannya. Hubungan akan memburuk jika validasi emosional hanya berjalan satu arah.
9. Mengabaikan Kesehatan Mereka
Jarang bertanya atau tidak peduli terhadap kondisi kesehatan orang tua bisa membuat mereka merasa sendirian dalam menghadapi proses penuaan yang menantang.
10. Kurang Komunikasi
Kesibukan hidup sering kali mengurangi frekuensi komunikasi. Namun, bagi orang tua, kurangnya kabar bisa menimbulkan pertanyaan, "Apa aku melakukan kesalahan?" Mereka bisa merasa dijauhi atau ditinggalkan.
11. Tidak Memberi Dukungan atas Pencapaian
Orang tua sangat ingin merasa bangga dan melihat hasil dari cara mereka membesarkan anak. Dukungan dan pengakuan kecil atas pencapaian atau keputusan mereka bisa membuat mereka merasa berarti dan tidak sendirian.
Intinya, kesadaran dan kepekaan terhadap perasaan orang tua adalah hal yang fundamental. Sedikit perhatian dan niat tulus dalam setiap interaksi bisa memberikan dampak emosional yang sangat besar dan positif bagi mereka. (*)
Editor : Indra Zakaria