Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Begini Cara Menghadapi Pasangan yang Silent Treatment

Indra Zakaria • 2025-01-20 16:00:00
ilustrasi pasangan
ilustrasi pasangan

Hubungan yang Anda jalani dengan pasangan atau orang lain seperti rekan kerja umumnya tidak lepas dari adanya konflik. Untuk menyelesaikan konflik, diperlukan komunikasi yang jelas di antara keduanya.

Namun, bila orang tersebut enggan berbicara, mendiamkan, atau mengabaikan Anda saat ada konflik, kondisi ini bisa disebut sebagai silent treatment. Lantas, bagaimana cara menghadapi kondisi tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

Melansir dari Medical News Today, ada beberapa penyebab seseorang melakukan silent treatment. Penyebab pertama karena seseorang sedang menghindar dari masalah. Hal ini bisa disebabkan karena orang tersebut tidak tahu bagaimana cara menghadapi sebuah masalah. Silent treatment juga merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang saat sedang marah.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, silent treatment dapat terjadi karena seseorang tidak tahu bagaimana cara mengomunikasikan masalahnya. Namun, orang tersebut ingin lawannya tahu kalau ia sedang kesal.

Silent treatment juga merupakan sebuah bentuk hukuman agar orang lain tahu dan memikirkan perasaannya. Pada kasus ini, silent treatment bisa termasuk dalam pelecehan emosional.

Cara Menghadapi Silent Treatment

Menghadapi silent treatment tidak mudah. Akan tetapi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Berikut cara yang bisa Anda lakukan:

1. Coba Jelaskan Situasi yang Terjadi

Untuk menghadapi situasi ini, Anda bisa menjelaskan kondisi yang terjadi kepada orang yang melakukan silent treatment. Anda bisa mengatakan,“Saya tahu kalau kamu tidak akan menanggapi saya. Tapi untuk menyelesaikan konflik, kita harus komunikasi dan berbicara dengan baik”.

Pernyataan atau kalimat tersebut bisa membuat ia sadar bila sedang mendiamkan seseorang dan tidak membantu mengatasi konflik sama sekali.

2. Gunakan Kata “Saya”

Penggunaan kata “saya” saat berkomunikasi dengan orang lain dapat menekankan fokus terhadap apa yang Anda rasakan atau percaya. Anda bisa menyatakan kalimat persuasif dan menjelaskan perasaan dengan mengatakan, “Saya sedih saat Anda tidak mau berbicara dan saya ingin tau bagaimana cara menyelesaikan kondisi atau konflik ini.”

3. Memvalidasi Perasaan Orang Tersebut

Cara menghadapi silent treatment selanjutnya adalah meminta orang tersebut bercerita tentang apa yang ia rasakan. Hal ini bisa menjadi cara untuk membuka suatu obrolan guna menyelesaikan konflik yang ada. Namun, hindari mengkritik ataupun mencoba memberi saran. Anda hanya perlu ada dan mendengarkannya dengan baik.

4. Meminta Maaf

Silent treatment merupakan pilihan seseorang untuk merespons ucapan atau tindakan Anda. Jadi, jangan pernah menyalahkan diri sendiri apabila ada orang yang melakukan silent treatment kepada Anda. Namun, jika pemicu silent treatment karena Anda mengucapkan kalimat atau berperilaku secara tidak sengaja hingga membuatnya sakit hati, maka tidak ada salahnya untuk meminta maaf kepada orang tersebut.

5. Beri Waktu Agar Orang Tersebut Memproses Emosinya

Menurut psikolog, diam merupakan salah satu cara seseorang untuk mengekspresikan emosinya. Diam juga dapat menjadi tanda bahwa ia sedang marah. Maka dari itu, biarkan orang tersebut memproses emosinya hingga tenang. Ajak orang tersebut untuk berbicara setelah beberapa waktu.

“Dikhawatirkan kalau kita paksa ajak bicara, emosinya makin intens atau dia merasa tujuan untuk menghukum kita dengan silent treatment tercapai,” kata psikolog.(*)

 

Editor : Indra Zakaria
#Silent treatment