Skandal ini terkait dengan tuduhan hubungan mereka yang dimulai saat Kim Sae Ron berusia 15 tahun dan berlangsung hingga 2021.
Bibi Kim Sae Ron menuduh Kim Soo Hyun, yang mendirikan agensi Gold Medalist pada 2019, memaksa keponakannya bekerja tanpa bayaran, termasuk mengarahkan bakat baru dan memberi pelajaran akting.
Setelah hubungan mereka berakhir, Kim Sae Ron terlibat dalam kecelakaan DUI pada 2022. Agensi memberikan ganti rugi sebesar 700 juta Won.
Foto dan bukti percakapan yang menunjukkan kedekatan emosional mereka semakin memperburuk situasi, memicu reaksi publik terkait isu perlindungan anak dan dinamika kekuasaan dalam industri hiburan.
Skandal Kim Soo Hyun ini banyak dikaitkan dengan fenomena love bombing. Love bombing adalah perilaku manipulatif yang melibatkan pemberian perhatian dan kasih sayang berlebihan untuk menciptakan ketergantungan emosional.
Kim Soo Hyun, yang lebih tua dan lebih berkuasa dalam industri hiburan, diduga menggunakan love bombing untuk mengendalikan Kim Sae Ron yang masih muda.
Menurut Psychology Today, love bombing bisa mengarah pada hubungan yang tidak sehat dan berbahaya. Pelaku dengan sengaja akan membangun ketergantungan emosional kepada korban.
Dengan memberikan perhatian yang berlebihan, pelaku berkeinginan untuk mengontrol atau memanipulasi korban setelah ikatan terbentuk.
Korban sering merasa terjebak dalam hubungan yang terlihat indah di awal. Namun, secara bertahap menjadi penuh kontrol. Pelaku kemudian akan mulai menunjukkan perilaku yang lebih manipulatif dan terkadang abusif.
Ciri-Ciri Love Bombing
- Pujian berlebihan: Mengatakan "aku mencintaimu" terlalu cepat atau memuji secara berlebihan.
- Perhatian yang intens: Menghubungi korban secara terus-menerus, baik melalui pesan teks, telepon, atau media sosial.
- Hadiah berlebihan: Memberikan hadiah atau gestur romantis yang sangat banyak, bahkan di awal hubungan.
- Mengungkapkan komitmen yang cepat: Mengatakan komitmen besar atau menciptakan "ikatan sejati" terlalu cepat.
Cara Menyelamatkan Diri dari Love Bombing
1. Kenali Tanda-Tanda Awal
Jika seseorang mengungkapkan cinta atau perhatian berlebihan sangat cepat, Anda perlu berhati-hati.
Love bombing sering kali dimulai dengan intensitas yang tidak biasa. Mulailah berpikir kritis apakah perhatian itu terasa tulus atau manipulatif.
2. Jaga Keseimbangan dalam Hubungan
Sebuah hubungan sehat berkembang secara alami dan tidak terburu-buru. Penting menjaga ruang pribadi dan tidak terjebak dalam hubungan yang berkembang terlalu cepat.
3. Bicarakan dengan Orang Lain
Berdiskusi dengan teman atau keluarga mengenai hubungan Anda dapat memberi Anda perspektif objektif.
Terkadang, orang di sekitar Anda bisa lebih mudah melihat tanda-tanda perilaku manipulatif yang mungkin Anda abaikan.
4. Tentukan Batasan yang Jelas
Penting untuk menetapkan batasan yang sehat sejak awal hubungan. Jika pasangan Anda mulai memberi perhatian berlebihan atau menunjukkan tanda-tanda kontrol yang tidak sehat tunjukkan ketegasan.
5. Jauhkan Diri dari Hubungan Toksik
Jika Anda merasa terjebak atau tidak nyaman, mungkin saatnya untuk mundur dari hubungan tersebut.
Jangan takut untuk mengakhiri hubungan yang mulai merugikan Anda. Jangan ragu meminta dukungan dari teman, keluarga, atau seorang terapis untuk menemukan cara melepaskan diri dari love bombing. (*)
Editor : Redaksi Prokal