Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Wattpad, Pelarian Manis: Kenapa Anak Muda Lebih Suka Cerita Digital?

Redaksi • 2025-07-10 14:05:03
Ilustrasi Wattpad.
Ilustrasi Wattpad.

 

Di era ketika notifikasi media sosial seolah tak pernah berhenti, satu hal mengejutkan tetap bertahan: anak muda masih membaca. Bukan dari buku klasik atau ensiklopedia tebal di rak kayu tua, tapi dari aplikasi bernama Wattpad. Platform ini bukan sekadar tempat membaca cerita. Ia menjadi ruang pelarian, arena berekspresi, bahkan tempat menyembuhkan luka batin—dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Wattpad, yang lahir di Kanada pada 2006, kini memiliki lebih dari 90 juta pengguna aktif bulanan. Di Indonesia, platform ini menempati posisi penting di kalangan pelajar dan mahasiswa. Survei Populix (2022) bahkan menyebutkan bahwa lebih dari 65% anak muda Indonesia pernah membaca cerita di Wattpad, dan hampir 40% di antaranya juga pernah mencoba menulis. Ini menunjukkan sesuatu yang sangat penting: semangat literasi di kalangan muda masih hidup, hanya saja ia tidak lagi memilih jalur konvensional.

Membaca yang Dekat dan Relevan

Cerita-cerita yang populer di Wattpad sering kali berputar di sekitar tema percintaan, kehidupan sekolah, pergulatan emosi, keluarga, dan mimpi besar. Bukan kebetulan, tapi cerminan dari kehidupan para pembacanya. Di sinilah kekuatan Wattpad—ceritanya terasa dekat. Bahasa yang digunakan pun tidak formal, sering bercampur antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (bahkan bahasa daerah), penuh dengan humor, emosi, dan konflik personal yang membumi.

Bagi sebagian anak muda yang tak pernah merasa cocok dengan pelajaran sastra klasik atau merasa "asing" dengan buku cetak, Wattpad menjadi jembatan. Ia memanusiakan membaca—membuatnya akrab, menyenangkan, dan terasa milik sendiri.

Ruang Aman dan Imajinasi Tanpa Batas

Wattpad juga menjadi tempat di mana anak muda bisa "kabur" dari kenyataan yang berat. Di tengah tekanan akademik, konflik keluarga, dan kecemasan sosial, membaca cerita tentang cinta yang rumit atau karakter yang berani melawan dunia menjadi semacam pelipur lara. Ini bukan pelarian yang buruk. Justru, menurut Journal of Adolescent Research (2023), aktivitas membaca fiksi yang melibatkan emosi terbukti membantu anak muda mengelola stres dan mengembangkan empati.

Lebih dari itu, Wattpad membuka peluang baru. Banyak penulis muda Indonesia—seperti Fiersa Besari, Rintik Sedu, dan lainnya—yang merintis karier dari dunia daring. Bahkan cerita-cerita populer dari Wattpad kini sering diadaptasi menjadi film, serial, atau novel cetak. Ini membuktikan bahwa cerita dari layar ponsel pun bisa punya jejak besar di dunia nyata.

Membaca, Menulis, dan Menemukan Diri

Di balik semua drama remaja, fanfiction, dan kisah cinta tak biasa, ada satu benang merah: Wattpad adalah tempat anak muda belajar mengenali diri. Mereka menulis tentang patah hati yang tak bisa disampaikan langsung, tentang mimpi yang tak berani mereka ceritakan ke orang tua, atau sekadar tentang rasa ingin dimengerti. Cerita-cerita ini jadi bentuk terapi yang tak terasa seperti terapi.

Sosiolog Saskia Wieringa menyebutkan bahwa "menulis adalah bentuk keberanian paling sunyi." Di Wattpad, keberanian itu tumbuh setiap harinya—dari anak-anak SMA yang mencoba menulis satu bab, hingga mahasiswa yang iseng-iseng bikin cerita dan akhirnya punya ribuan pembaca.

Menyambut Literasi dengan Cara Baru

Kita tidak bisa memaksakan semua anak muda membaca seperti generasi sebelumnya. Dunia mereka berbeda. Tapi bukan berarti mereka tidak peduli. Mereka hanya butuh cara yang berbeda, bahasa yang mereka pahami, dan ruang yang terasa nyaman. Wattpad adalah jawabannya untuk saat ini.

Membaca dan menulis bukan soal gaya hidup klasik. Ia adalah kebutuhan manusia untuk memahami dan dimengerti. Dan kalau itu terjadi di layar kecil, sambil rebahan atau naik angkot, kenapa tidak? (Arsandha Agadistria Putri)

Editor : Indra Zakaria
#Wattpad