Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional

Siapa Paryatin? Dikenal Dewi Astutik, Bos Ratusan Kurir Lintas Negara yang Otaki Penyelundupan 2 Ton Sabu

Redaksi Prokal • 2025-12-03 21:20:32
Paryatin alias Dewi Astutik yang kerap mengubah-ubah penampilan.
Paryatin alias Dewi Astutik yang kerap mengubah-ubah penampilan.

PROKAL.CO, Pelarian panjang selama hampir dua tahun Paryatin atau yang lebih dikenal dengan nama Dewi Astutik berakhir di Sihanoukville, Kamboja.

Senin (1/12/2025), Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Interpol dan BAIS TNI AD menangkap Dewi Astutik dalam operasi senyap setelah keberadaannya terlacak sejak pertengahan November.

Dalam operasi tersebut, Dewi Astutik ditangkap tanpa perlawanan saat beradi di sebuah hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja, pada 1 Desember, pukul 13.39 waktu setempat.

Dewi diduga menjadi otak penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun ke Indonesia dalam kasus besar yang terungkap pada 22 Mei 2025 di perairan Tanjung Balai Karimun.

Sejak saat itu, ia masuk daftar red notice Interpol dan menjadi buronan narkoba di beberapa negara, termasuk Korea Selatan. Lantas, siapa Dewi Astutik dan bagaimana sepak terjangnya di dunia obat-obatan terlarang?

Profil Dewi Astutik

Gembong narkoba yang dikenal sebagai Dewi Astutik, rupanya bukanlah nama sebenarnya. Penyidikan membongkar bahwa “Dewi Astutik” bukan identitas asli.

Nama itu diduga dipalsukan untuk membuat paspor dan mengaburkan riwayat perjalanannya. Nama asli Dewi Astutik adalah Paryatin (PA). Usia Dewi Astutik saat ini 43 tahun. Dewi Astutik asal Dukuh Sumber Agung, Balong, Ponorogo.

Warga mengenal Paryatin alias Dewi Astutik sebagai pekerja migran yang lama bekerja di Hong Kong dan Taiwan sebelum menetap di Kamboja.

Dewi dikenal gemar mengubah penampilan, mulai gaya rambut, riasan, hingga hijab, membuatnya sulit dikenali.

Tetangga menyebut Dewi terakhir pulang ke Ponorogo pada 2023, hanya sebentar, lalu kembali berangkat dengan alasan pekerjaan.

Menurut BNN, PA alias Dewi bukan sekadar pelaksana, melainkan figur kunci dalam jaringan narkoba internasional.

Dewi Astutik diduga mengatur jalur masuk sabu-sabu dari kawasan Golden Triangle (Myanmar, Laos, dan Thailand) sekaligus menjadi perekrut kurir lintas negara.

Lebih dari 110 WNI yang tertangkap di berbagai negara, antara lain Brasil, Ethiopia, India, Kamboja, Thailand, hingga Korea Selatan, mengaku berada di bawah koordinasi jaringan Dewi Astutik.

BNN juga menduga Dewi menjalin hubungan dengan sindikat Afrika yang beroperasi di Thailand dan Semenanjung Malaysia.

Peran Dewi Astutik disebut strategis; mengatur mobilitas kurir, menyusun rute aman, hingga memfasilitasi logistik pengiriman narkotika dalam jumlah besar.

Jejak keterlibatannya pertama kali muncul pada 2024 saat BNN menggagalkan penyelundupan 2,76 kg heroin di Bandara Soekarno-Hatta.

Setiba di Indonesia, Dewi langsung ditempatkan dalam pengawasan ketat untuk proses pemeriksaan lanjutan.

BNN menyebut keterangan Dewi berpotensi membuka struktur jaringan lebih besar, termasuk tokoh-tokoh yang selama ini berada di luar jangkauan aparat.

Penangkapan Dewi Astutik menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menggulung sisa jejaring Golden Triangle yang masih aktif di kawasan Asia Tenggara. (*)

Editor : Redaksi Prokal
#Usia Dewi Astutik #siapa Dewi Astutik #buronan narkoba #jaringan Dewi Astutik #Nama asli Dewi Astutik #profil Dewi Astutik #Dewi Astutik asal #Dewi Astutik ditangkap #Dewi astutik #gembong narkoba #peran Dewi Astutik #penangkapan Dewi Astutik #Paryatin