PROKAL.CO- Di sela-sela rimbunnya tanaman padi gunung atau di sepanjang pematang sawah di pedalaman Kalimantan, pandangan mata sering kali tertuju pada sekelompok tanaman dengan daun panjang meruncing berwarna merah marun yang mencolok. Masyarakat mengenalnya sebagai Hanjuang atau Andong.
Bagi mata awam, Hanjuang mungkin hanyalah tanaman hias yang mempercantik lanskap. Namun, bagi para petani tradisional, Hanjuang adalah tanaman "keramat" yang memiliki fungsi ganda: sebagai penjaga batas tanah sekaligus apotek hidup yang sakti.
Pagar Hidup yang Tak Bisa Menipu
Salah satu tradisi paling kuat yang masih dijaga oleh petani di Jawa dan Kalimantan dan Nusantara pada umumnya adalah menggunakan Hanjuang sebagai penanda batas kepemilikan lahan. Berbeda dengan kayu patok yang bisa lapuk atau digeser, Hanjuang memiliki daya tahan hidup yang luar biasa.
Tanaman ini tetap tegak berdiri meski musim berganti, menjadikannya "saksi bisu" yang sah dalam hukum adat terkait batas wilayah perkebunan atau persawahan. Akar Hanjuang yang kuat mencengkeram bumi seolah mengunci janji antarpetani bahwa batas tanah tidak akan pernah berubah. Memindahkan pohon Hanjuang milik tetangga tanpa izin sering kali dianggap sebagai pelanggaran etika serius dalam kehidupan bermasyarakat di desa.
Dalam kebudayaan agraris, Hanjuang sering dianggap memiliki energi positif. Di beberapa daerah di Kalimantan, tanaman ini kerap ditanam di sudut-sudut sawah atau di dekat lumbung padi (padi gunung). Kehadirannya dipercaya sebagai simbol perlindungan dari hama maupun gangguan gaib yang dapat merusak hasil panen. Warna merahnya yang menyala diyakini mampu menolak bala dan mendatangkan keberuntungan bagi pemilik lahan.
Tak hanya soal tradisi dan batas lahan, Hanjuang adalah pahlawan dalam dunia pengobatan herbal. Para petani yang terbiasa bekerja dengan fisik berat sering memanfaatkan daun Hanjuang sebagai pertolongan pertama.
Berikut adalah beberapa khasiat medis dari daun Hanjuang:
Pereda Nyeri dan Bengkak: Daun Hanjuang yang dihaluskan sering dibalurkan pada bagian tubuh yang memar atau bengkak akibat benturan saat bekerja di ladang.
Mengatasi Masalah Pencernaan: Rebusan akar atau daun Hanjuang dipercaya secara turun-temurun dapat membantu meredakan wasir dan gangguan buang air besar berdarah.
Menghentikan Pendarahan: Untuk luka ringan akibat sayatan sabit atau duri, remasan daun Hanjuang sering digunakan untuk mempercepat pembekuan darah.
Tanaman Tangguh yang Minim Perawatan
Keistimewaan lain yang membuat petani jatuh cinta pada Hanjuang adalah sifatnya yang tidak rewel. Tanaman ini bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, tahan terhadap serangan hama, dan sangat mudah dikembangbiakkan hanya dengan cara stek batang. Cukup tancapkan batangnya ke tanah, dan dalam beberapa minggu, tunas-tunas merah baru akan mulai muncul menghiasi lahan.
Hanjuang adalah bukti nyata bagaimana alam menyediakan segala kebutuhan manusia, mulai dari fungsi hukum, spiritual, hingga kesehatan. Ia bukan sekadar tanaman, melainkan bagian dari identitas dan kearifan lokal yang terus tumbuh subur di tengah arus modernisasi pertanian.(*)
Editor : Indra Zakaria