PROKAL.CO- Urusan undang-mengundang ini memang perkara sensitif di tengah masyarakat kita. Salah cakap sedikit saja, kita bisa langsung dicap sombong atau sok hebat. Kadang-kadang kita terpaksa datang ke sebuah acara bukan karena benar-benar ingin, melainkan hanya karena rasa "nggak enak hati". Padahal sebenarnya, ada cara yang jauh lebih elegan untuk menolak undangan tanpa harus merusak hubungan atau membuat suasana menjadi kaku. Orang yang sudah mahir menjaga perasaan biasanya menggunakan pilihan kata yang sederhana namun tetap menyentuh rasa.
Langkah pertama yang paling krusial adalah dengan menunjukkan apresiasi. Kalimat seperti ucapan terima kasih karena sudah diingat dan diajak adalah kunci utama. Dengan menghargai si pengundang terlebih dahulu sebelum menyatakan ketidakhadiran, orang akan paham bahwa kita menolak karena situasi, bukan karena tidak menghargai orangnya. Selain itu, memberikan penjelasan yang jujur namun singkat seperti adanya janji lain yang sudah terjadwal lebih dulu jauh lebih baik daripada bertele-tele. Memberikan alasan yang terlalu panjang justru sering kali membuat orang curiga dan terkesan seperti mengarang cerita.
Pilihan kata lain yang cukup aman digunakan adalah dengan tetap memuji acaranya namun menyampaikan bahwa waktunya kurang pas. Gaya komunikasi seperti ini sangat luwes digunakan untuk siapa saja, mulai dari teman dekat, rekan kerja, hingga tetangga di komplek. Menggunakan nada yang lembut dengan ungkapan keinginan untuk hadir namun terkendala situasi akan menjaga perasaan si tuan rumah tetap nyaman. Membawa alasan keluarga juga dianggap sebagai hal yang sangat wajar dan biasanya orang tidak akan memaksa lebih jauh jika sudah menyangkut urusan rumah tangga, asalkan kita tetap konsisten memberi kabar lanjutan dan tidak membiarkan jawaban menggantung.
Bagi mereka yang memang ingin tetap menjaga silaturahmi, menawarkan alternatif pertemuan di lain waktu adalah solusi paling mantap. Mengajak bertemu untuk sekadar mengopi atau makan bareng di hari lain menunjukkan bahwa kita memang benar-benar peduli dengan hubungan tersebut. Namun, ada satu aturan emas yang tidak boleh dilanggar: jangan pernah berbohong. Sangat fatal jika kita menolak undangan dengan alasan sibuk, namun di malam yang sama tertangkap kamera sedang bersantai di tempat lain. Cerita miring seperti ini biasanya menyebar sangat cepat dan bisa merusak kepercayaan orang dalam sekejap.
Pada akhirnya, menolak undangan adalah hal yang biasa dalam kehidupan sosial. Hal yang luar biasa adalah bagaimana cara kita menyampaikannya agar tidak ada hati yang terluka. Selama kata-kata yang keluar dari mulut kita terasa enak didengar, sikap yang ditunjukkan jujur, dan tetap menjaga rasa hormat, maka hubungan pertemanan pasti akan tetap aman. Jaga rasa tetap nomor satu, karena di situlah letak kedewasaan kita dalam bermasyarakat.(*)
Editor : Indra Zakaria