PONTIANAK — Pulau Kalimantan kembali membuktikan diri sebagai surga bagi para kolektor ikan hias air tawar. Kali ini, perhatian dunia hobi tertuju pada Tengalan Borneo (Puntioplites bulu). Ikan endemik ini bukan sekadar penghuni akuarium biasa; kecantikan anatominya yang unik menjadikannya simbol prestise dengan nilai jual yang mencapai angka jutaan rupiah.
Dwi Yulianto (42), seorang penghobi kawakan, menyebutkan bahwa faktor "hanya ada di Kalimantan" menjadi magnet utama bagi para kolektor. "Memelihara ikan ini memberikan rasa eksklusivitas. Anda tidak akan menemukannya di belahan dunia lain secara alami," ungkapnya pada Rabu (15/4/2026).
Daya tarik utama Tengalan Borneo terletak pada bentuk tubuhnya yang tidak lazim. Bagian punggungnya menonjol ke atas menyerupai punuk unta, menciptakan siluet yang gagah di dalam air. Tubuhnya yang berwarna dasar abu-abu dihiasi motif garis hitam vertikal yang tegas, kontras dengan sirip berwarna kemerahan yang menyala.
"Saat terkena cahaya lampu akuarium, sisiknya akan mengkilap dan memberikan efek visual yang sangat mewah," tambah Dwi. Semakin tajam corak dan semakin besar ukurannya, harga ikan ini akan semakin melambung di pasaran.
Bagi para pemula, sangat penting untuk bisa membedakan Tengalan Borneo dengan kerabat dekatnya, Puntioplites waandersi. Meski bentuk tubuhnya identik, jenis waandersi cenderung tampil polos tanpa motif garis dengan sirip berwarna putih. Perbedaan estetika yang mencolok ini membuat harga Tengalan Borneo asli bisa dua kali lipat lebih mahal di kalangan kolektor.
Memelihara "harta karun" ini membutuhkan komitmen, terutama terkait fasilitas. Mengingat sifatnya yang lincah dan mampu tumbuh hingga 35 cm di akuarium (bahkan 50 cm di alam liar), pemilik wajib menyediakan tank berukuran besar agar ikan tidak stres.
Sebagai ikan omnivora, Tengalan Borneo cukup mudah dalam urusan pakan. Meski mau menyantap pelet, insting alaminya sebagai pemakan ikan kecil tetap kuat. "Hati-hati memilih tank mate. Jangan mencampurnya dengan ikan yang ukurannya jauh lebih kecil jika tidak ingin mereka berakhir menjadi santapan," imbau Dwi.
Meski harganya tergolong tinggi di galeri ikan hias, Tengalan Borneo sebenarnya masih cukup mudah dijumpai di habitat aslinya di sungai-sungai berarus tenang di Kalimantan. Keindahannya yang eksotis menjadikannya salah satu koleksi paling diburu untuk menghidupkan suasana mewah di dalam akuarium rumah. (*)
Editor : Indra Zakaria