Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menolak Berkembang Berkedok "Terima Apa Adanya": Jebakan Ego dalam Hubungan Modern

Redaksi Prokal • Minggu, 12 Juli 2026 | 10:50 WIB
Ilustrasi IA.
Ilustrasi IA.

PROKAL.CO- Dalam dinamika hubungan percintaan masa kini, kalimat "terima gue apa adanya" sering kali diagungkan sebagai wujud dari cinta sejati. Namun, di balik kedok penerimaan tulus tersebut, kalimat ini disinyalir telah bergeser makna menjadi mantra favorit bagi individu yang malas untuk membenahi diri dan enggan berkembang demi pasangannya.

Psikologi hubungan modern menilai bahwa menuntut pasangan untuk memberikan cinta tanpa syarat (unconditional love) secara mutlak adalah bentuk egoisme baru, terutama jika tuntutan tersebut datang dari seseorang yang justru memiliki standar ganda. Fenomena ini kerap memicu konflik terselubung: seseorang menolak dikritik atau dituntut untuk berubah menjadi lebih baik, tetapi di saat yang sama, ia menggenggam daftar syarat yang panjangnya mirip nota belanjaan saat menilai pasangannya.

Sikap enggan berkaca (self-reflect) ini sering kali menjadi bom waktu. Hubungan yang sehat sejatinya adalah komunikasi dua arah yang melibatkan kompromi dan pertumbuhan bersama. Ketika salah satu pihak berlindung di balik tameng "terima apa adanya" untuk memaklumi sifat buruk, kebiasaan toxic, atau keengganan berbenah, hubungan tersebut akan berjalan timpang.

Sebelum menuntut orang lain untuk mencintai segala kekurangan kita tanpa jeda, ada baiknya setiap individu mulai melakukan refleksi diri. Cinta memang butuh penerimaan, namun hubungan yang bertahan lama juga membutuhkan dua orang yang sama-sama tahu cara menurunkan ego dan terus belajar menjadi versi terbaik bagi satu sama lain. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kepribadian