Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sering Diabaikan Orang Tua, Ini 11 Dampak Fatal Salah Pola Asuh pada Anak Pertama

Redaksi Prokal • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi dua bersaudara.
Ilustrasi dua bersaudara.

 
PROKAL.CO – Anak sulung atau anak pertama sering kali memikul harapan besar dalam sebuah keluarga. Berbagai penelitian psikologi bahkan menunjukkan bahwa anak pertama secara statistik cenderung memiliki tingkat IQ yang lebih tinggi dan bakat kepemimpinan alami. Namun, kelebihan ini bagaikan pisau bermata dua.

Banyak orang tua tidak menyadari bahwa tekanan emosional dan pola asuh yang terlalu menuntut atau kurang tepat dapat memicu keretakan mental pada anak pertama. Ketika perlakuan yang diterima tidak seimbang—terutama setelah kehadiran adik—anak pertama rentan mengalami guncangan psikologis yang mengubah karakter mereka secara drastis.

"Jika anak pertama tumbuh dengan bimbingan yang baik, mereka akan menjadi jangkar dan panutan yang luar biasa bagi keluarganya. Namun, jika salah didik, efek dominonya akan merusak mental seluruh adik-adiknya," ungkap pakar pola asuh anak. Untuk mencegah penyesalan di kemudian hari, berikut adalah 11 dampak negatif pola asuh salah pada anak pertama beserta deskripsi psikologisnya:

1. Menjadi Gampang Marah (Agresivitas Frustrasi)

Anak pertama yang kerap dibebani tanggung jawab di luar usianya tanpa apresiasi akan menumpuk rasa frustrasi. Emosi yang tertekan ini lambat laun meledak menjadi sifat temperamental dan mudah marah dalam aktivitas sehari-hari.

2. Sering Membentak Adik (Pelampiasan Kekuasaan)

Ketika di rumah mereka merasa "ditekan" oleh orang tua, anak pertama cenderung melampiaskan kekesalan tersebut kepada pihak yang lebih lemah, yaitu adik-adiknya. Mereka menjadi mudah naik darah dan sering berkomunikasi dengan nada tinggi atau bentakan.

3. Menjadi Terlalu Sensitif atau Baper

Kesalahan pola asuh membuat anak pertama selalu merasa tidak aman (insecure) terhadap posisinya di keluarga. Akibatnya, mereka menjadi sangat peka secara negatif dan mudah terbawa perasaan (baper) terhadap tindakan kecil orang lain.

4. Gampang Tersinggung dan Sering Ngambek

Anak pertama yang merasa perhatiannya direbut akan menggunakan perilaku manipulatif seperti sering mogok bicara atau ngambek demi menarik perhatian orang tua. Hal ini sering kali membuat orang tua kelelahan karena harus terus-menerus membujuk mereka.

5. Perilaku Terlalu Dominan (Over-controlling)

Karena merasa sebagai yang tertua, mereka meniru gaya asuh orang tua yang keras dan menerapkannya secara ekstrem kepada adik-adiknya. Mereka menjadi bos kecil yang mau mengatur segala hal hingga membuat adiknya merasa terkontrol dan tidak nyaman.

6. Mengalami First Born Syndrome

Ini adalah sindrom nyata di mana anak pertama mengalami kecemasan akut, ketakutan mendalam akan kehilangan kasih sayang, serta stres emosional akibat tuntutan untuk selalu menjadi contoh yang sempurna tanpa celah.

7. Berubah Menjadi Pendiam dan Menarik Diri

Kebalikan dari sifat meledak-ledak, sebagian anak pertama memilih merespons salah asuh dengan menutup diri. Mereka menyimpan semua beban mental sendirian, menjadi sangat pendiam, dan lebih memilih mengurung diri di kamar untuk menjauh dari dinamika keluarga.

8. Merasa Tidak Disayang dan Tidak Dianggap Penting

Ketika perhatian orang tua terkesan beralih sepenuhnya kepada anak yang lebih muda, anak pertama akan menyimpulkan secara emosional bahwa keberadaan mereka di rumah sudah tidak berharga lagi dan tidak dianggap penting.

9. Pemberontakan di Usia Remaja (Delayed Rebellion)

Anak pertama mungkin tidak akan memprotes secara verbal saat masih kecil dan memilih memendam luka tersebut. Namun, akumulasi rasa tidak adil yang disimpan bertahun-tahun ini biasanya akan meledak secara destruktif dalam bentuk sikap pemberontak ketika mereka menginjak usia remaja.

10. Menularkan Dampak Buruk ke Adik-Adik (Efek Domino)

Ini adalah dampak yang paling mengkhawatirkan. Ketika anak pertama menjadi figur yang toksik, pemarah, atau pemberontak, adik-adiknya akan meniru perilaku tersebut (role modeling) atau tumbuh dalam ketakutan, yang merusak kesehatan mental seluruh anak di rumah.

11. Penyesalan Mendalam Orang Tua di Masa Depan

Menyadari anak pertama tumbuh dengan luka pengasuhan adalah bentuk kegagalan yang memicu penyesalan jangka panjang bagi orang tua. Memperbaiki karakter anak pertama yang sudah telanjur rusak jauh lebih sulit daripada mendidiknya dengan benar sejak awal. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
orangtua anak