PROKAL— Fenomena perselingkuhan kerap kali menghancurkan pondasi hubungan, baik dalam pacaran maupun pernikahan. Banyak orang mengira perselingkuhan terjadi secara mendadak atau tanpa alasan jelas. Namun, studi psikologi hubungan menunjukkan bahwa sekitar 95% kasus perselingkuhan dipicu oleh tiga faktor utama yang sama, dengan faktor peluang dan batasan yang lemah menjadi pemicu paling mendominasi.
Memahami akar masalah ini sangat krusial agar setiap pasangan dapat mengambil langkah pencegahan sebelum terlambat.
3 Alasan Utama di Balik Perselingkuhan dan penjelasannya secara mendalam:
1. Keterputusan Emosional (Emotional Disconnection)
Perselingkuhan fisik sering kali dimulai jauh sebelum pelanggaran batas itu benar-benar terjadi. Ketika salah satu pasangan mulai menarik diri secara mental, hubungan terasa dingin, jauh, dan kehilangan intimasi. Setelah koneksi emosional ini terputus, ketahanan hubungan akan melemah dan hanya menunggu waktu sampai godaan dari luar masuk.
2. Peluang + Batasan yang Lemah (Opportunity & Weak Boundaries)
Seseorang bisa saja sangat mencintai pasangannya, namun tetap mengambil keputusan buruk ketika terus-menerus menempatkan diri dalam situasi berisiko. Batasan yang longgar terhadap rekan kerja atau teman yang dianggap "sekadar teman" sering memicu pengkhianatan kecil yang terakumulasi. Sering kali, alasan inilah yang paling kerap menjadi pintu masuk utama terjadinya perselingkuhan.
3. Kebutuhan Validasi dan Kebaruan (Validation & Novelty)
Seiring berjalannya waktu, hubungan jangka panjang akan menjadi sangat familiar dan terbiasa. Bagi sebagian orang, kondisi ini menimbulkan kerinduan akan perasaan diinginkan oleh orang baru. Sensasi kebaruan, perhatian ekstra, dan dorongan ego dari orang asing menjadi hal yang dicari untuk memenuhi rasa haus akan validasi.
Solusi: Cara Membentengi Hubungan dari Risiko Perselingkuhan
Untuk mencegah dan mengatasi tiga penyebab utama di atas, pasangan perlu menerapkan langkah-langkah konkret berikut:
Jaga Komunikasi Intim secara Berkala
Atasi keterputusan emosional dengan menyediakan waktu khusus untuk berdiskusi secara mendalam setiap minggu. Luapkan perasaan, dengarkan keluh kesah pasangan, dan hadir secara utuh tanpa distraksi gawai agar koneksi emosional tetap terjalin kuat.
Tetapkan Batasan Tegas (Clear Boundaries)
Untuk menyikapi faktor peluang dan batasan yang lemah, diskusikan bersama pasangan mengenai batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam berinteraksi dengan lawan jenis, baik di tempat kerja maupun lingkaran pertemanan. Hindari situasi berduaan di tempat privat atau berbagi curhat masalah pribadi hubungan kepada orang lain.
Ciptakan Variasi dan Berikan Apresiasi
Lawan godaan validasi dan kebaruan dengan rutin memberikan pujian, apresiasi, serta mencoba aktivitas baru bersama pasangan. Menjaga percikan asmara tetap hidup dalam hubungan jangka panjang akan meminimalkan keinginan salah satu pihak untuk mencari validasi dari luar.
"Perselingkuhan jarang sekali terjadi tanpa ada keretakan kecil sebelumnya. Mencegahnya membutuhkan komitmen dua arah untuk saling menjaga batasan dan terus merawat rasa cinta setiap hari." (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co