Bapak, Jangan Kesal Dulu! Ini Alasan Ilmiah Mengapa Anak Suka Minta Gendong dan Turun Berulang Kali

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:45 WIB
Ayah dan anak perempuannya.
Ayah dan anak perempuannya.

PROKAL.CO- Perilaku anak yang sering meminta digendong lalu minta turun secara berulang kali di tempat umum—seperti pusat perbelanjaan—sering kali dianggap sebagai bentuk sikap manja. Namun, dari sudut pandang psikologi perkembangan dan neurologi, fenomena tersebut bukanlah tanda kemanjaan, melainkan siklus biologis alami yang dikenal sebagai Secure Base Behavior (Perilaku Pangkalan Aman).

Konsep yang dicetuskan oleh psikolog perkembangan John Bowlby ini menjelaskan bahwa anak menggunakan pengasuh utamanya (ayah atau ibu) sebagai pangkalan aman untuk mengeksplorasi lingkungan. Analoginya mirip dengan pesawat tempur yang memerlukan kapal induk untuk mengisi ulang bahan bakar sebelum kembali terbang.

Mekanisme Neurologis saat Anak Minta Gendong

Ketika anak turun dari gendongan, otaknya berada dalam mode eksplorasi. Berbagai stimulus visual, suara, dan interaksi di sekitarnya diserap oleh otak anak. Namun, pada titik tertentu, stimulasi tersebut dapat menjadi berlebihan (overwhelming) dan memicu kenaikan hormon stres (kortisol).

Dampak Respon Orang Tua terhadap Kemandirian Anak

Penelitian dari Mary Ainsworth melalui Strange Situation Experiment menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan pangkalan aman secara konsisten justru membentuk anak menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri.

Fase Perkembangan Perilaku Minta Gendong

Perilaku naik-turun gendongan memiliki tahapan alami sesuai usia perkembangan anak:

Riset dari Ruth Feldman (Bar-Ilan University, 2012) juga menambahkan bahwa kontak fisik antara ayah dan anak dapat meningkatkan kadar oksitosin pada kedua belah pihak. Oleh karena itu, merespons kebutuhan anak saat meminta digendong bukan sekadar membantu anak mengelola emosi, melainkan sebuah investasi biologis yang memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
parenting bapak dan anak