PROKAL.CO- Dinamika hubungan asmara dalam era modern terus menjadi sorotan. Sebuah pandangan mengenai komunikasi aksi-reaksi kini makin populer dalam pola hubungan interpersonal, di mana tindakan tegas dan balasan yang setara dinilai lebih ampuh ketimbang permohonan verbal atau bujukan materi.
Dalam praktiknya, luapan emosi seperti berteriak, memohon agar pasangan bertindak benar, hingga menggunakan materi atau uang untuk membeli kasih sayang kerap kali dinilai tidak efektif. Sebaliknya, bentuk balasan atau refleksi cermin (mirroring) dari perilaku pasangan dianggap menjadi bahasa paling jelas yang cepat direspons.
“Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Mengirimkan paragraf-paragraf panjang berisi keluhan tentang betapa buruknya perlakuan pasangan tidak akan mengubah keadaan,” ungkap penjelas riset perilaku interpersonal tersebut.
Strategi ini berpatokan pada prinsip ketegasan: membalas atau memperlakukan pasangan persis sebagaimana ia memperlakukan diri kita. Langkah ini mengajarkan agar seseorang tidak selalu terjebak pada dorongan untuk sekadar menjadi pihak yang "mengalah" atau menahan diri, yang pada akhirnya berisiko membuat posisinya dianggap remeh.
Dengan menerapkan cerminan tindakan secara langsung, pasangan akan secara alami menyadari dampak dari perilakunya tanpa perlu dipicu oleh perdebatan panjang atau omelan verbal. Pola komunikasi berbasis respons aksi-reaksi ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan baru dan menegaskan batasan (boundaries) yang sehat dalam hubungan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co