Imbas Karhutla Semakin Mengkhawatirkan, Murid PAUD hingga SMP di Mahakam Ulu Belajar dari Rumah 

Jodi Kristianto • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:43 WIB
PENGARUHI KESEHATAN: Aktivitas belajar murid di salah satu SD di Kabupaten Mahakam Ulu, Sabtu, 29 Agustus 2026. Pada tanggal yang sama dimulainya kebijakan belajar dari rumah. ISTIMEWA
PENGARUHI KESEHATAN: Aktivitas belajar murid di salah satu SD di Kabupaten Mahakam Ulu, Sabtu, 29 Agustus 2026. Pada tanggal yang sama dimulainya kebijakan belajar dari rumah. ISTIMEWA

PROKAL.CO, UJOH BILANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena musim panas yang berkepanjangan, dampaknya semakin mengkhawatirkan.
Di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), imbas udara yang tercemar semakin memengaruhi aktivitas belajar mengajar. 
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu memutuskan peserta didik dari jenjang PAUD, SD hingga SMP untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR). 

Baca Juga: Pupuk Kaltim Raih TJSLP Award 2025, Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Kebijakan tersebut berlaku mulai 29 Agustus hingga 5 September 2026.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Disdikbud Mahulu tertanggal 28 Agustus 2026 yang ditandatangani Kepala Disdikbud Mahulu, Samson Batang. 
Dalam surat tersebut, Disdikbud menjelaskan kebijakan belajar dari rumah diambil sebagai tindak lanjut terhadap kondisi pencemaran udara akibat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, ditambah peningkatan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). 
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan.
“Langkah ini (belajar dari rumah) menindaklanjuti kondisi pencemaran udara akibat kekeringan, karhutla, serta peningkatan ISPU yang dapat membahayakan kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan,” terang Samson.
Meski kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara, proses pendidikan tetap berjalan.
Para guru akan memberikan tugas dan materi pembelajaran secara terstruktur untuk dipelajari dan dikerjakan siswa dari rumah selama masa tersebut.
Peran orang tua atau wali murid juga diperkuat.
Mereka diminta mendampingi dan mengawasi proses belajar anak di rumah, sekaligus memastikan anak mengurangi aktivitas di luar rumah.
Kebijakan tersebut tidak membuat aktivitas sekolah berhenti sepenuhnya. 
Baca Juga: Pupuk Kaltim Raih TJSLP Award 2025, Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Guru dan tenaga kependidikan tetap diwajibkan masuk kerja seperti biasa untuk menyiapkan materi dan tugas pembelajaran, memantau perkembangan belajar siswa serta menyelesaikan administrasi sekolah.
Selama menjalankan tugas di sekolah, guru dan tenaga kependidikan tetap diminta menerapkan protokol kesehatan, termasuk mengenakan masker.
Disdikbud juga memberikan perhatian terhadap siswa yang harus beraktivitas di luar rumah. 
Mereka diwajibkan mengenakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, sekolah diminta berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk memastikan ketersediaan masker medis hingga suplemen.
Jika diperlukan, sekolah juga dapat membentuk posko kesehatan darurat atau pertolongan pertama di lingkungan sekolah.
Sementara itu, siswa dijadwalkan kembali mengikuti pembelajaran di sekolah seperti biasa pada Senin, 7 September 2026. Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah. 
Baca Juga: Salat Istisqa, Berdoa Agar Hujan Segera Turun di Kaltim
Disdikbud Mahulu membuka kemungkinan memperpanjang masa belajar dari rumah apabila kondisi kualitas udara dan kesehatan warga sekolah belum memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Dengan kebijakan ini, perkembangan kualitas udara menjadi salah satu faktor penentu bagi kembalinya peserta didik ke ruang kelas.
Disdikbud Mahulu meminta seluruh satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan dan orang tua mengikuti ketentuan tersebut demi menjaga kesehatan peserta didik selama kondisi pencemaran udara masih berlangsung. (sya/far)
Editor : Faroq Zamzami
belajar dari rumah karhutla Mahakam Ulu