PROKAL.CO, SAMARINDA — Kemarau panjang membuat kondisi Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, berada dalam status siaga. Surutnya Sungai Mahakam menghambat pengiriman logistik melalui jalur sungai ke Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.
Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan mengatakan, pemerintah daerah kini berupaya membuka akses jalan darat untuk mengantisipasi terhambatnya distribusi kebutuhan masyarakat.
“Untuk saat ini kondisi Mahulu dalam status siaga. Karena sampai saat ini kemarau yang berkepanjangan membuat Sungai Mahakam sangat surut,” kata Angela saat kegiatan pelepasan penyaluran cadangan pangan ke Mahakam Ulu di Gudang Bulog Samarinda, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, transportasi sungai yang selama ini digunakan untuk membawa logistik ke Long Pahangai dan Long Apari tidak lagi dapat mengakses kedua wilayah tersebut.
Pemkab Mahulu, lanjut Angela, telah mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang membuka akses jalan dari Long Paka hingga Tiong Ohang. Pembukaan jalan itu dilakukan dengan memaksimalkan anggaran yang tersedia.
“Jadi ke Tiong Ohang ke Long Apari lumayan memotong waktu yang lumayan karena sudah kita buka,” ujarnya.
Namun, upaya tersebut menghadapi kendala. Angela mengatakan, laporan terbaru dari Dinas PUPR menyebutkan adanya longsoran yang membuat badan jalan rusak parah sehingga perlu dibangun jalur alternatif.
“Kita harus membuat jalan alternatif baru. Dengan kondisi alat yang kurang sehat, tapi kita maksimalkan dan diupayakan supaya jalan tersebut dikondisikan sampai Tiong Ohang dalam beberapa hari ini,” katanya.
Asap dan kekhawatiran kesehatan
Selain kekeringan, Mahulu juga terdampak asap kebakaran hutan dan lahan yang berasal dari sejumlah daerah, termasuk Kutai Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Angela mengatakan, kondisi kualitas udara berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Mahulu mengkhawatirkan. Meski demikian, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di daerah itu disebut tidak lagi meningkat.
“ISPA sendiri menurun. Sudah tidak meningkat lagi saluran penyakit,” ujarnya.
Angela berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi kebakaran dan memperbaiki kondisi lingkungan.
“Saya berdoa terus supaya hujan setidaknya mengurangi kebakaran,” katanya.
Bantuan pangan untuk 3.107 keluarga
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Fahmi Himawan mengatakan, penyaluran cadangan pangan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Kaltim setelah Pemkab Mahulu menyampaikan kebutuhan bantuan kepada pemerintah provinsi.
Bantuan ditujukan bagi masyarakat di dua kecamatan, yakni Long Pahangai dan Long Apari, yang terdampak kondisi bencana hidrometeorologi dan kekeringan.
“Diperkuat juga status darurat yang Ibu Bupati Mahulu terbitkan, bagaimana kondisi bencana hidrometeorologi dan kekeringan, sehingga kita harus tanggap merespons hal itu,” kata Fahmi.
Menurut Fahmi, Pemprov Kaltim sebelumnya telah melepas penyaluran bantuan tahap pertama pada 17 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Ia mengatakan, berdasarkan analisis kebutuhan yang disampaikan Pemkab Mahulu, terdapat 3.107 kepala keluarga yang membutuhkan bantuan pangan. Jika setiap keluarga menerima 22 kilogram beras, total kebutuhan mencapai sekitar 62 ton.
Namun, keterbatasan anggaran membuat bantuan yang dapat disalurkan belum mencukupi seluruh kebutuhan tersebut.
“Karena memang, mohon maaf, Ibu Bupati, tidak bisa semua kita kirimkan semua. Karena analisis kami, dari kebutuhan yang disampaikan Pemkab Mahulu di dua kecamatan di Mahakam Ulu, 3.107 kepala keluarga. Hasil analisis kami, bila kita berikan bantuan setiap kepala keluarga diberikan bantuan 22 kilogram maka dibutuhkan 62 ton,” ujar Fahmi.
Dalam penyaluran kali ini, Pemprov Kaltim melepas cadangan pangan sebanyak 52.425 kilogram atau sekitar 52,4 ton. Fahmi juga menyebutkan, pada tahap sebelumnya bantuan beras yang dikirimkan sebanyak 9,7 ton.
Penyaluran cadangan pangan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Mahulu di tengah keterbatasan akses transportasi dan kondisi kekeringan yang masih berlangsung. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co