Ia menjelaskan swasembada pangan harus dilaksanakan di seluruh Indonesia. Saat ini, kata Anies, dirinya masih mendapati nelayan, petani, pekebun, peternak yang mengalami beban besar dalam biaya produksi.
"Petani kesulitan pupuk, lalu harga pupuk juga mahal. Peternak kesulitan pakan ternak, kemudian harga pakan ternak juga mahal. Begitu juga dengan nelayan yang mengalami persoalan terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis solar serta pelbagai perizinan," ujar Anies.
Dalam kampanye tersebut, Anies didampingi para tokoh partai politik (parpol) pendukung pasangan Amin. Mulai Nasdem, PKS, hingga PKB.
Di Wonosobo, Jawa Tengah, cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar juga berjanji menyejahterakan petani jika terpilih sebagai cawapres.
Bahkan, di hadapan ribuan santri dan warga Wonosobo, Muhaimin menyebut ketersediaan pupuk akan menjadi salah satu janji yang akan dikerjakan di hari pertama menjabat.
Di sisi lain, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat berkampanye di lapangan Desa Rawalele, Dawuan, Subang, kembali menegaskan bahwa pasangan Prabowo-Gibran akan melanjutkan program Joko Widodo jika kelak menang pilpres. Dia menyebut program itu untuk menghilangkan kemiskinan dari Indonesia.
”Prabowo-Gibran punya program yang sangat jelas, yaitu melanjutkan semua program Pak Jokowi,” ujar Prabowo.
Di hadapan ribuan pendukungnya, Prabowo kembali menggaungkan program pengentasan kemiskinan dengan cara menyediakan lapangan kerja serta memenuhi gizi anak dengan memberikan susu dan makan siang gratis.
Prabowo juga menyampaikan tekad untuk membawa Indonesia menjadi negara yang hebat.
"Kita akan buat mobil di Indonesia, jeep buatan Indonesia namanya Maung, kapal perang, pesawat terbang, semua produk industri," katanya.
Prabowo mengatakan, semuanya dibangun untuk para generasi muda agar ke depan dapat merasakan upah yang layak.
"Akan kita bangun di Indonesia agar pemuda pemudi kita dapat upah yang layak, kita tidak mau rakyat kita hanya dapat upah minimum. Kita mau gaji rakyat kita cukup, itu yang kita perjuangkan," pungkas Prabowo.
Sementara itu, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka kemarin mengikuti acara Wellness Tourism di Pantai Mertasari, Sanur, Bali.
Didampingi istrinya, Selvi Ananda, Gibran sempat bersih-bersih di bibir Pantai Mertasari. Dia menyebut pantai di Bali sudah bersih, tapi tetap membutuhkan maintenance.
Co-founder Samsara Living Museum Ida Bagus Agung Gunarthawa yang turut hadir dalam acara Wellness Tourism mengatakan, pihaknya sepakat dengan ide pengembangan pariwisata yang sering didengungkan Gibran.
”Kami sepakat dengan pola pengembangan (wisata, Red) beliau (Gibran, Red),” ujarnya.
Dari Cirebon, capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo melanjutkan kampanye akbar di Stadion Utama Bima, Kota Cirebon.
Dia menutup orasi politik di Hajatan Rakyat Cirebon dengan menitipkan tiga hal kepada pendukung yang hadir dalam kampanye terbuka tersebut.
Pertama, Ganjar meminta pendukungnya terus menemui rakyat dan mengajak mereka untuk mencoblos pasangan nomor urut 3.
Berikutnya, Ganjar meminta pendukungnya untuk menyampaikan kepada rakyat tentang program Ganjar-Mahfud. Khususnya program pengentasan kemiskinan. ”Satu keluarga miskin kita bantu mereka agar punya hak satu sarjana,” tuturnya. Ganjar juga menitipkan pesan kepada pendukungnya untuk berjuang memenangi Pemilu 2024.
Menurut Ganjar, masyarakat banyak yang menyampaikan keluh kesah terkait kesehatan dan pendidikan. Maka dari itu, ketika terpilih menjadi presiden, Ganjar berjanji akan memberikan perhatian khusus kepada dua hal yang dikeluhkan itu.
“Dan mereka minta perhatikanlah kami. Karena kondisi kemiskinan, mereka butuh perhatian,” ucap Ganjar.
Sedangkan pasangannya, calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD menghadiri rapat akbar sekaligus Tasyakuran Harlah ke-17 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Stadion Wiradadaha, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Di hadapan para pendukungnya, Mahfud berjanji bersama Ganjar akan melindungi hak seluruh warga negara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu memaparkan sejumlah program unggulan yang diusung Ganjar-Mahfud.
Dari mulai memberi honor layak kepada guru ngaji, ustaz, marbot, dan guru agama lainnya. Selain itu, program untuk petani dan nelayan seperti membebaskan kredit macet.
Ada pula program satu desa satu nakes dan faskes. "Apa ada anggarannya? Ada dong, kita potong dan babat korupsi," ungkapnya.(tyo/c7/ant)