Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Keji..!! Anggap Seluruhnya TNI, OPM Klaim Bunuh 17 Pendulang Emas

Indra Zakaria • 2025-04-10 11:57:39
TPNPB-OPM bertanggung jawab atas penembakan mantan Kapolsek Mulia. (Istimewa)
TPNPB-OPM bertanggung jawab atas penembakan mantan Kapolsek Mulia. (Istimewa)

Satgas Damai Cartenz terus berupaya menyelamatkan warga sipil yang menjadi sasaran pembunuhan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Terdapat delapan orang pendulang emas yang saat ini masih terpisah dan belum diketahui keberadaannya. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombespol Yusuf Sutejo menuturkan bahwa petugas berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban. Saat ini tercatat 35 orang saat mengungsi ke kampung Mabul Distrik Morowai Kabupaten Asmat.

Selain itu, 12 orang melarikan ke Pelabuhan Longpon Distrik Dekai dan 2 orang berhasil dievakuasi ke Polres Yahukimo. "Kami menggunakan helikopter dari lokasi yg agak jauh dari tempat kekejadian perkara," paparnya.

Masalahnya, saat ini tercatat masih ada 8 orang yang terpisah dari rombongan dan belum diketahui keberadaannya. "8 orang lainnya terpisah dari rombongan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Sementara, Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom kembali mengklaim kembali menewaskan enam pendulang emas lainnya. Satu orang dibunuh di Kali Merah, Korowai dan lima lainnya di Kali Kabur, Korowai. "Silakan jika aparat mau mengejar, kami berada di Kota Dekai," ujarnya.

Dengan begitu, 17 pendulang emas diklaim telah dibunuh TPNPB-OPM. Menurutnya, pendulang emas, guru, tenaga kesehatan dan PNS akan dianggap sebagai anggota TNI bila berada di wilayah konflik.

"Mereka berada di wilayah konflik, mereka anggota militer," ujarnya kepada Jawa Pos. Sebelumnya, aksi keji kembali dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

TPNPB-OPM mengklaim menembak mati belasan penambang di Yahukimo, Papua. Satgas Damai Cartenz memastikan memang terdapat kejadian tersebut, namun proses evakuasi masih dilakukan karena lokasi berada di polosok.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025 Kombespol Yusuf Tejo menuturkan bahwa memang ada kejadian penembakan terhadap pendulang emas. 

Namun, karena tempat kejadian perkara sangat jauh di pedalaman petugas harus mempersiapkan evakuasi dengan baik. "Untuk info yang akurat belum bisa kita dapatkan terkait dengan jumlah korban. Yang pasti korban adalah para pendulang emas bukan anggota TNI," paparnya kepada Jawa Pos.

Sementara Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma telah berhasil eksekusi mati sebelas pendulang emas di wilayah operasi TPNPB.

"Eksekusi ini telah dilakukan Pasukan TPNPB mulai dari tanggal 6 April hingha 8 April 2025 atau hasil operasi Pasukan TPNPB selama 3 hari," ujarnya. Dia juga mengirimkan sembilan foto jenazah dari para korban. Tampak dalam foto tersebut kebanyakan korban menggunakan safety boot dan hanya berkaos. Tampak mereka tergeletak dan sebagian tampak terdapat ceceran darah.

Dia mengatakan, penembakan terhadap sebelas penambang ini dipimpin Dejen Heluka dan Karis Giban. "Selain sebelas orang dibunuh, terdapat tiga orang terluka," paparnya. (idr)

 

Editor : Indra Zakaria