Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Anak Jokowi Tegaskan Maju Pilwakot Solo Lewat PDIP

izak-Indra Zakaria • Jumat, 25 Oktober 2019 - 18:14 WIB

JAKARTA– Gibran Rakabuming kembali menegaskan siap maju dalam pemilihan walikota (Pilwalkot) Solo 2020. Dia bertekad maju melalui PDI Perjuangan. Bukan lewat jalur independen seperti yang selama ini beredar.

Itu disampaikan Gibran seusai menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (24/10).

Dikatakan, sudah sewajarnya dia sowan ke Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum partai. Apalagi dirinya sudah resmi terdaftar sebagai kader PDI Perjuangan dengan bukti kartu tanda anggota (KTA) yang dikantonginya.  

’’Saya sudah punya KTA PDIP dan saya akan berjuang melalui PDIP,” kata Gibran Rakabuming.

Apa saja yang dibicarakan bersama Megawati? Gibran mengungkapkan dirinya banyak berdiskusi terkait kondisi Solo saat ini. Dia pun langsung menyampaikan keseriusannya untuk maju menjadi calon wali kota Solo di pilkada 2020. ’’saya sampaikan keseriusan untuk maju (Pilwalkot Solo, Red) karena saya sudah punya KTA (kartu tanda anggota, Red) PDIP,” paparnya.

Momen tersebut juga dijadikan Gibran untuk meluruskan rumor yang beredar kalau dirinya running Pilwalkot Solo melalui jalur independen. Putra sulung Presiden Jokowi itu membantah rumor liar tersebut. Dia menegaskan tidak pernah sekalipun menyampaikan akan maju melalui jalur independen. Gibran juga mengklarifikasi rumor tersebut langsung ke Megawati. ’’Tentu saya sampaikan ke Bu Mega tadi. Berita saya maju lewat independen sama sekali tidak benar. Tapi saya serius ingin maju lewat PDIP,” tegasnya lagi.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan kehadiran Gibran Rakabuming tidak lebih untuk silaturahmi dengan Megawati Soekarnoputri. Gibran, tutur dia, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Megawati atas kemenangan Jokowi dalam kontestasi pilpres 2019. Selain itu, Hasto tidak menampik bahwa Gibran juga meminta restu Megawati agar diberi tiket untuk running dalam Pilwalkot Solo 2020.       ’’Pertemuan ini semacam kursus politik secara langsung dari Bu Mega ke Gibran,”  

kata Hasto.

Gibran pun diminta untuk memahami arah perjuangan partai. Selain membaca AD/ART, Megawati juga memberikan sejumlah bacaan wajib bagi kader PDIP. Di antarnya buku Indonesia Menggugat, Membangun Tatanan Dunia Baru, Indonesia Merdeka hingga buku sejarah lahirnya Pancasila. Semua buku tersebut adalah karya Bung Karno yang menjadi pijakan perjuangan kader Partai Banteng itu. ’’Bu Mega meminta Gibran untuk membaca dan memahami buku-buku itu,” imbuh Hasto. 

          Megawati juga menyampaikan tata cara dan alur pencalonan kader untuk dicalonkan sebagai kepala daerah. Proses itu dilakukan secara berjenjang. Mulai dari jenjang DPC yang diusulkan melalui suara PAC. Pintu berikutnya diusulkan melalui DPD di tingkat provinsi. Berikutnya langsung melalui rekomendasi DPP. ’’Jadi tiga pintu itu bisa dipakai,” beber Hasto.

Nah, hingga sekarang, tambah Hasto, DPP PDIP belum mengambil keputusan. Apakah akan merekomendasi Gibran untuk maju dalam Pilwalkot 2020 atau tidak. Menurutnya, semua calon harus melalui proses dan tahapan sebelum terpilih maju dalam kontestasi kepala daerah. Seperti melihat hasil survei dan hasil psikotes. Jika terpilih sebagai calon, dilanjutkan dengan mengikuti sekolah kepala daerah. ’’Dengan begini kami benar-benar menyiapkan seseorang untuk jadi pemimpin. Pemimpin itu lahir dari sebuah proses bukan tiba-tiba,” tegas Hasto Kristiyanto.  

 

Dinasti Politik

Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI) Ahmad Khoirul Umam mengatakan inilah momen tepat bagi Gibran untuk merintis jalan sebagai kepala daerah. Itu tidak terlepas dari sosok ayahnya yang saat ini sebagai orang nomor satu di Indonesia. ’’Tergantung output nanti. Jika Gibran menang dalam pilkada nanti, sangat mungkin itu adalah pintu masuk sebuah dinasti politik bagi Presiden Jokowi,” kata Khoirul Umam.

Meski baru muncul dalam kontestasi politik, Gibran dinilai bakal menang mudah dalam Pilwalkot Surakarta. Dia diuntungkan oleh sosok ayahnya sebagai presiden. Apalagi Solo merupakan basis massa Jokowi dalam setiap kontestasi.

Adapun secara logistik, Khairul Umam memastikan akan banyak pihak yang bersedia menyokong sumber-sumber pendanaan bagi pemenangan Gibran.

Nah saat ini, kunci justru ada di Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDI Perjuangan. Apakah Megawati, jelas Umam, bersedia memberikan tiket gratis kepada Gibran. Karena di sisi lain, banyak pula kader PDIP di Solo yang sudah berkeringat membesarkan partai. ’’Kuncinya sekarang ada di Megawati. Beliau mau nggak memberi tiket itu ke Gibran,” jelas dosen politik Universitas Paramadina itu. (mar/oni)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Sulawesi dan Jawa #nasional