Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menghidupkan Kembali Keterlibatan Anak Muda dalam Pengabdian Masyarakat: Cerita Sukses Program Bercocok Tanam di Desa Kalisongo

Indra Zakaria • Senin, 26 Februari 2024 - 20:53 WIB

 

Photo
Photo

Desa Kalisongo, sebuah kawasan yang terhitung maju di pinggiran kota, menjadi salah satu saksi terlaksananya Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang diwujudkan melalui program kerja mahasiswa. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 99 Gelombang 2 yang beranggotakan Abdul Ghaffar Ussainar, Fauzi Al-Hasyir, Helgavino Agnelly Achmad, Azzahra Anandhita dan Alfausta Fikadzaro ini dibimbing oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yaitu ibu Siti Khoiruli Ummah, S.Pd., M.Pd.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat, mahasiswa PMM UMM Kelompok 99 Gelombang 2 menggelar program kerja bercocok tanam yang bertempat di Kantor Desa Kalisongo. Pelaksanaan program kerja ini melibatkan organisasi desa Karang Taruna, hal ini dikarenakan mahasiswa PMM 99 Gelombang 2 berupaya untuk membangkitkan kembali semangat anak muda dalam partisipasi merawat desa dan lingkungan.

Suasana pagi yang cerah diawali dengan senam bersama di Kantor Desa Kalisongo yang dihadiri oleh warga setempat, kegiatan ini guna menggugah semangat serta mempersiapkan energi untuk menghadapi kegiatan. Para perwakilan Karang Taruna dan pihak Desa Kalisongo turut hadir dan berpartisipasi prosesi senam dan cocok tanam.

Bercocok tanam menjadi pilihan utama sebagai program kerja karena selain memberikan manfaat ekonomi, juga memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat hubungan sosial antarwarga. Tanaman cabai dipilih dengan tujuan agar desa dapat menumbuhkan tanaman yang dapat digunakan kedepannya untuk ekonomi.

Proses bercocok tanam dimulai dengan penuh semangat, setiap langkah diiringi dengan kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa. Mereka saling bertukar informasi dan pengalaman, menciptakan suasana yang harmonis dan penuh antusiasme. Tanaman cabai yang sebelumnya sudah PMM 99 Gelombang 2 tumbuhkan tunasnya dipindahkan ke media yang lebih besar. Setelah proses pemindahan tanaman cabai ke media yang lebih besar selesai, tanaman cabai diberikan pupuk. Setelah itu, dilakukan pula sesi dokumentasi untuk memperkuat catatan mengenai kegiatan tersebut serta sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan serupa di masa depan.

 Proses pemindahan tunas cabai ke media yang lebih besar agar cabai dapat bertumbuh. 

Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam bentuk hasil panen cabai, tetapi juga meningkatkan kualitas interaksi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat bukan hanya sekedar aksi, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata untuk menciptakan perubahan positif dan keberlanjutan di tingkat lokal. Dengan demikian, Desa Kalisongo menjadi contoh nyata tentang bagaimana kolaborasi antara mahasiswa, Karang Taruna, dan pihak Desa Kalisongo dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat desa. (*)

Editor : Indra Zakaria
#muhammadiyah