Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dulu Kita Macan Asia, Satelit Palapa dan Ambisi Besar Indonesia di Era Modern

Redaksi • 2025-07-23 13:46:34

 

Satelit Palapa
Satelit Palapa

Pernah denger Indonesia dijuluki “Macan Asia”? julukan itu bukan cuman isapan jempol. Di era 1980-an Indonesia sempat jadi perbincangan internasional. Salah satu alasannya adalah, kita pernah meluncurkan Satelit Palapa, teknologi canggih yang waktu itu hanya dimiliki segelinter negara di dunia. Gokil nggak sih? Bukan cuman soal gengsi, Satelit Palapa adalah bukti Indonesia punya visi dan mimpi besar jadi negara moder, kuat, dan disegani.

Satelit Palapa, Langkah Indonesia ke Langit

Tahun 1976, Presiden Soeharto secara resmi meluncurkan Satelit Palapa A1, menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga di dunia yang punya sistem satelit komunikasi domestik, setelah AS dan Kanada. Namanya diambil dari Sumpah Palapa Gajah Mada—lambang pemersatu nusantara. Satelit ini bukan cuma alat komunikasi, tapi simbol harapan untuk menyatukan ribuan pulau lewat teknologi.

Dengan peluncuran Palapa, telepon dan siaran televisi bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Ini bukan prestasi main-main. Saat negara tetangga masih berjuang dengan infrastruktur dasar, Indonesia udah ngobrol via satelit.

Macan Asia, Julukan yang Penuh Janji

Julukan “Macan Asia” mulai populer di era 1980-1990-an, ketika ekonomi Indonesia tumbuh pesat bersama negara-negara Asia Timur lainnya seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura. Dengan pertumbuhan ekonomi stabil, pembangunan gencar, dan posisi strategis, Indonesia dianggap punya potensi jadi kekuatan regional. Satelit Palapa jadi salah satu bukti konkret kalo Indonesia nggak cuman jago di kandang.

Tapi sayangnya, krisis moneter 1998 jadi titik balik. Julukan “Macan Asia” pun perlahan memudar. Krisis tersebut memperlihatkan betapa rapuhnya pondasi ekonomi dan politik kita. Padahal, secara potensi, Indonesia tetap punya segala syarat unyuk kembali bangkit.

Sekarang pertanyaannya, setelah Palapa, apa kabar Indonesia? Apakah kita masih mengejar mimpi jadi raksasa teknologi atau malah puas jadi penonton?
Indonesia sebenarnya terus mengembangkan teknologi luar angkasa, lewat Lembaga Penerbangan dan Antartika Nasional (LAPAN) yang kini menjadi bagian dari BRIN. Beberapa satelit baru seperti SATRIA-1 dan Telkomsat sudah diluncurkan, tapi gaungnya nggak sebesar Palapa dulu. Mungkin karena zaman sudah berubah, atau karena ambisi kita tak seberani dulu.

Tapi, potensi tetap ada. Dengan bonus demografis, stratup teknologi yang tumbuh cepat, dan semangat genegrasi muda, Indonesia masih bisa reclaim julukan “Macan Asia” asal nggak sekedar mimpi.

Dulu Indonesia berhasil membuat mata dunia melirik. Satelit palapa bukan cuman benda raksasa, tapi simbol keberanian Indonesia bermimpi besar. Julukan “Macan Asia” pun pernah melekat erat sebagai identitas kita. Sekarang, bola ada di tangan kita, mau terus mengulang nostalgia, atau justru bangkit dan membuktikan bahwa Indonesia bisa lebih dari sekedar cerita masa lalu?

Karena jadi macan bukan tentang meraung satu kali, tapi tentang terus bergerak, mengigit, dan bertahan. (Arsandha Agadistria Putri)

Editor : Indra Zakaria