Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bilang Gaji DPR Tak Naik dan Hitungan Ngawur soal Kos, Kini Netizen Sorot Koleksi Jam Mewah Wakil Ketua DPR Adis Kadir

Redaksi • 2025-08-25 08:42:42
Wakil Ketua DPR Adies KAdir mengenakan salah satu jam tangannya saat sidang DPR RI. (Istimewa/jawapos.com)
Wakil Ketua DPR Adies KAdir mengenakan salah satu jam tangannya saat sidang DPR RI. (Istimewa/jawapos.com)

 

JAKARTA - Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir terkait tidak adanya kenaikan gaji anggota dewan serta kekeliruan dalam perhitungan anggaran perumahan menuai perhatian publik. Warganet pun ramai-ramai mengulik profil dirinya, khususnya koleksi jam tangan mewah yang dimilikinya.

Adies menegaskan bahwa yang mengalami penyesuaian bukanlah gaji, melainkan tunjangan anggota DPR. “Gaji kami masih sekitar Rp6,5 juta hingga hampir Rp7 juta. Untuk tunjangan beras hanya Rp12 juta, dan ada sedikit kenaikan dari sebelumnya Rp10 juta, kalau tidak salah,” ujar Adies Kadir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Pernyataannya itu justru memicu reaksi warganet. Mereka menyoroti jam tangan mewah milik politikus Partai Golkar tersebut yang harganya ditaksir lebih dari Rp200 juta. Salah satu yang ikut menyorot adalah Lucky Chandra, kreator konten sekaligus penjual jam tangan asal Surabaya.

Mengutip akun Instagram pribadinya, Lucky menyebut beberapa jam tangan yang dimiliki Adies Kadir bernilai di atas Rp 200 juta. Pada gambar pertama, Lucky menunjukkan potret Adies Kadir bersalaman dengan seorang pejabat DPR lainnya di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Lucky menyebut saat itu Adies tengah memakai jam tangan mewah seharga Rp 200 juta.

"Ini kalian bisa lihat di tangannya itu walaupun agak buram adalah Rolex Datejust versi warna grey dan harganya itu kurang lebih di angka Rp 200 juta,” ujar Lucky dalam akun Instagram pribadinya @luckchan, dikutip Minggu (25/8/2025).

Selanjutnya, dalam foto kedua yang ditampilkan, Adies Kadir tampak mengenakan jam mewah versi warna kuning yang merupakan seri Rolex Oyster Perpetual dengan harganya mencapai Rp 270 jutaan. "Nah yang satu ini mewah banget, karena itu adalah seri Rolex Sky-Dweller versi Oyster Flex Warna rose gold Dan harganya Rp 600 jutaan guys," ujarnya.

Tak hanya jam tangan mewah bermerek Rolex, Lucky juga melihat bahwa Adies Kadir memiliki jam tangan moda sporty bermerek Audemars Piguet Royal Oak Offshore White Dial dengan harga di kisaran Rp 300 jutaan. "Akhir, masih di merek Audemars Piguet. Ini adalah Audemars Piguet Royal Oak Offshore juga Tapi versi chronograph Black dan harganya hampir Rp 400 jutaan guys," pungkasnya.

Sebelumnya, nama Adies Kadir viral lantaran hitung-hitungan ngawurnya soal penggunaan tunjangan rumah anggota DPR. Adies menjelaskan, adapun uang Rp 50 juta yang diterima para anggota DPR saat ini merupakan bentuk kompensasi dari rumah dinas yang diambil alih oleh negara.

"Jadi, ketika rumah dinas para anggota DPR itu dialihfungsikan negara untuk keperluan lain, negara memberikan kompensasi atau tunjangan kepada anggota DPR berupa uang senilai Rp 50 juta," ucap dia.

Menurutnya, uang Rp 50 juta itu ditujukan bagi keperluan anggota DPR untuk mencari tempat atau hunian baru. "Yang jelas uang Rp 50 juta itu bukan gaji, tapi sebagai pengganti bagi anggota DPR untuk mencari hunian baru. Gaji anggota DPR sekali lagi tidak mengalami kenaikan selama 15 tahun ini," tegas Adies.

Adies juga mengatakan, gaji anggota DPR bisa dikatakan terbilang kecil, jika dibandingkan dengan DPRD provinsi di Pulau Jawa. "Gaji pokok kami tak lebih dari Rp 5 juta. Adapun take home pay yang kami peroleh sebesar Rp 60 juta, itu kan digabung dengan berbagai tunjangan-tunjangan. Bayangkan dengan gaji dan tunjangan anggota DPRD provinsi di Jawa yang PAD-nya tinggi, mereka bisa di atas Rp 70 jutaan," imbuhnya.

"Bicara beban tugas, jelas kami semua mempunyai tugas yang berat dan kompleks. Tapi, bukan itu persoalannya karena sejak awal kami niatnya mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara ini. Kami berterima kasih atas berbagai kritikan dan masukan dari publik termasuk soal isu gaji ini. Tapi, kami perlu luruskan bahwa isu itu tidaklah benar," pungkasnya. (jpg)

Editor : Indra Zakaria