Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jejak Kalimantan di Jantung Jakarta Selatan: Menelisik Sisi Ikonik Nama Bulungan

Redaksi Prokal • 2026-01-14 13:15:00
GOR Bulungan, Jaksel
GOR Bulungan, Jaksel

Bagi warga Jakarta, mendengar nama Bulungan sering kali langsung membawa ingatan pada keriuhan kawasan Blok M, aroma gulai tikungan yang menggoda, hingga dinamika anak muda yang tak pernah padam. Namun, jarang yang menyadari bahwa keberadaan nama Bulungan di Jakarta Selatan bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah penghormatan tata kota terhadap wilayah di Kalimantan Utara yang kini abadi di pusat keramaian ibu kota.

Asal-usul nama ini berakar dari rancangan Kebayoran Baru sebagai kota satelit modern pertama di Indonesia pasca-kemerdekaan. Wilayah yang terbagi menjadi Blok A hingga Blok S ini menerapkan sistem toponimi unik, di mana setiap blok memiliki tema nama jalan tersendiri. Khusus kawasan di sekitar Kramat Pela dan Gunung, para perancang kota memilih tema nama-nama sungai dan wilayah di Kalimantan. Itulah mengapa Jalan Bulungan bersanding mesra dengan Jalan Barito, Jalan Mahakam, Jalan Sambas, serta Jalan Melawai dalam satu harmoni kawasan yang terintegrasi.

Seiring berjalannya waktu, Bulungan bertransformasi dari sekadar nama jalan menjadi simbol budaya dan pusat kreativitas. Sejak era 1970-an, kawasan ini telah menjadi magnet bagi para seniman dan pegiat olahraga. Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS) Bulungan menjadi saksi bisu lahirnya seniman-seniman besar tanah air melalui latihan teater dan tari, sementara GOR Bulungan terus dikenang sebagai lokasi bersejarah bagi berbagai kompetisi olahraga dan konser musik legendaris yang membentuk karakter anak muda Jakarta.

Tak hanya soal seni dan olahraga, identitas "Bulungan" juga melekat kuat pada dunia pendidikan dan kuliner. Nama ini menjadi rumah bagi dua sekolah menengah atas legendaris, SMA Negeri 70 dan SMA Negeri 6 Jakarta, yang dalam budaya populer sering disebut sebagai "Anak Bulungan". Di sisi lain, popularitas kuliner "Gulai Tikungan" atau Gultik yang viral di persimpangan Jalan Bulungan dan Jalan Mahakam semakin mengukuhkan nama ini sebagai destinasi yang wajib dikunjungi.

Meskipun bermula dari kebijakan standarisasi tata ruang masa lalu, nama Bulungan di Jakarta tetap eksis dan dikenal luas melampaui fungsi geografisnya. Ia telah berkembang menjadi entitas hidup yang mewakili pergerakan seni, semangat pendidikan, dan kekayaan kuliner. Dari Kalimantan Utara untuk Jakarta Selatan, Bulungan membuktikan bahwa sebuah nama daerah bisa menjadi jiwa bagi kawasan paling dinamis di jantung ibu kota. (*)

Editor : Indra Zakaria