SURABAYA – Embarkasi Surabaya resmi ditetapkan sebagai titik keberangkatan haji dengan jumlah kelompok terbang (kloter) terbanyak pada musim haji tahun 2026. Dari total 528 kloter jamaah haji reguler yang berangkat dari seluruh penjuru Indonesia, sebanyak 116 kloter akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.
Tingginya intensitas penerbangan di Embarkasi Surabaya dikarenakan wilayah ini melayani calon jamaah haji dari tiga provinsi sekaligus, yakni Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum bertolak ke Tanah Suci, para jamaah akan transit dan menginap terlebih dahulu di Asrama Haji Surabaya yang berlokasi di Sukolilo.
Banyaknya jumlah kloter di Surabaya dibandingkan embarkasi lain ternyata dipengaruhi oleh faktor teknis armada pesawat. Berbeda dengan embarkasi besar seperti Jakarta atau Kertajati yang menggunakan Boeing 777-300 berkapasitas 445 penumpang, Embarkasi Surabaya dilayani oleh Airbus A330-300 dari Saudia Airlines.
Pesawat jenis Airbus tersebut hanya memiliki kapasitas 380 penumpang sekali terbang. Kasubdit Pengembangan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Edayanti, menjelaskan bahwa pemilihan tipe pesawat ini disesuaikan dengan kapasitas dan spesifikasi teknis bandara setempat. Karena kapasitas per pesawat lebih kecil, maka frekuensi penerbangan pun menjadi lebih banyak untuk mengakomodasi total jamaah yang ada.
Persiapan di asrama haji maupun bandara saat ini terus dimatangkan. Berdasarkan jadwal resmi, kloter pertama dari Embarkasi Surabaya dipastikan berasal dari Kabupaten Probolinggo. Para jamaah dijadwalkan masuk ke asrama haji pada 21 April 2026 dan akan diterbangkan menuju Arab Saudi pada keesokan harinya, yakni 22 April 2026.
Pemerintah juga mengingatkan para calon jamaah untuk menjaga kebugaran fisik serta mematuhi aturan baru selama di Tanah Suci. Salah satunya adalah larangan melakukan swafoto (selfie) secara berlebihan di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi agar jamaah bisa lebih fokus menjalankan ibadah secara khusyuk.(*)
Editor : Indra Zakaria