Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pesawat ATR 42-500 Hancur Tabrak Lereng Gunung Bulusaraung, Tim SAR Temukan Serpihan Utama

Redaksi Prokal • 2026-01-19 07:10:00
Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim Basarnas Gabungan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Basarnas)
Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim Basarnas Gabungan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Basarnas)

 

PROKAL.CO- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara resmi mengonfirmasi bahwa pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang sempat hilang kontak telah jatuh menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Benturan keras dengan kontur perbukitan tersebut memicu ledakan hebat yang menyebabkan badan pesawat hancur menjadi serpihan di berbagai titik. Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa pesawat mengalami benturan langsung dengan lereng gunung yang mengakibatkan kerusakan fatal pada seluruh bagian struktur pesawat.

Berdasarkan temuan awal, KNKT menyebutkan bahwa kondisi pesawat sebenarnya masih dalam kendali pilot sebelum insiden terjadi. Namun, terdapat faktor-faktor tertentu yang masih menjadi misteri mengapa pesawat akhirnya mengarah dan menabrak dinding gunung. Pihak KNKT menegaskan bahwa saat ini investigasi masih berada pada tahap sangat awal, sehingga belum bisa dipastikan apakah kecelakaan dipicu oleh kegagalan teknis, faktor cuaca, atau kesalahan manusia. Analisis lebih lanjut terhadap data penerbangan dan pendukung lainnya masih terus dilakukan secara mendalam.

Keberhasilan penemuan titik jatuh ini merupakan hasil kerja keras tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran udara sejak Minggu pagi. Menggunakan helikopter dari Lanud setempat, tim pemantau udara berhasil mendeteksi serpihan jendela pesawat pada pukul 07.46 WITA. Hanya berselang tiga menit kemudian, tim udara mengonfirmasi temuan objek yang lebih besar, yakni bagian badan dan ekor pesawat yang teronggok di area lereng bagian bawah bagian utara puncak Gunung Bulusaraung.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa proses evakuasi kini menghadapi tantangan besar akibat medan yang sangat ekstrem dan terjal. Tim Advance Jungle Unit (AJU) telah dikerahkan menuju titik lokasi badan pesawat dengan standar keselamatan tinggi. Untuk menghindari risiko bagi para petugas, tim SAR memutuskan untuk menggunakan jalur pendakian yang lebih stabil sebagai akses evakuasi, meskipun jalur tersebut memiliki jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan jalur alternatif yang sangat curam.

Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar ini sebelumnya dilaporkan kehilangan komunikasi pada Sabtu siang sekitar pukul 13.17 WITA saat melintas di wilayah perbatasan Maros dan Pangkep. Pesawat tersebut mengangkut 11 orang yang terdiri dari delapan awak kabin dan tiga orang penumpang. Saat ini, fokus utama tim gabungan adalah mencapai lokasi inti jatuhnya pesawat untuk melakukan proses identifikasi dan evakuasi seluruh korban serta mencari kotak hitam guna mengungkap penyebab pasti tragedi memilukan di Sulawesi Selatan tersebut.(*)

Editor : Indra Zakaria