Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Skandal Jual Beli Jabatan: Bupati Pati Diperiksa Maraton oleh KPK hingga Dini Hari

Redaksi Prokal • 2026-01-20 08:55:01
MANDEK: Mobil dinas Bupati Sudewo parkir di depan Pendapa Pati pada Senin (19/1).
MANDEK: Mobil dinas Bupati Sudewo parkir di depan Pendapa Pati pada Senin (19/1).

 

KUDUS – Kabar mengejutkan datang dari jagat politik Jawa Tengah. Bupati Pati, Sudewo, dilaporkan menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Kudus pada Senin (19/1/2026) dini hari. Pemeriksaan ini diduga kuat berkaitan dengan skandal praktik jual beli jabatan dalam proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati.

Rangkaian pemeriksaan dimulai sekitar pukul 01.00 WIB. Selain sang Bupati, penyidik juga memanggil Camat Jaken, Tri Agung Setiawan, serta sejumlah kepala desa dan perangkat desa. Berbeda dengan Sudewo, pemeriksaan terhadap camat dan perangkat desa dilakukan secara terpisah di Mapolsek Sumber, Kabupaten Rembang.

Dalam operasi tersebut, tim KPK diduga mengamankan dua koper yang berisi dokumen atau barang bukti penting. Informasi mengenai penyitaan ini diperkuat oleh keterangan sumber internal yang menyebutkan adanya barang bukti yang dibawa usai pemeriksaan Camat Jaken dan jajarannya.

Keberadaan Sudewo sempat menjadi teka-teki setelah pemeriksaan di Kudus berakhir. Suasana di Pendapa Kabupaten Pati terpantau sepi, dan meski mobil dinasnya terparkir, Bupati dikonfirmasi tidak berada di tempat. Raihan, ajudan Bupati, hanya memberikan penjelasan singkat bahwa atasannya sedang berada di luar kota menggunakan kendaraan lain tanpa memerinci lokasi pastinya.

Ketegangan sempat dilaporkan terjadi di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Berdasarkan informasi dari sumber di internal DPRD Pati, Sudewo dikabarkan langsung bertolak ke Jakarta setelah pemeriksaan saksi. Sempat tersiar kabar adanya upaya penghadangan dari pihak tertentu di bandara agar Bupati tidak dibawa oleh tim KPK, namun penyidik tetap melanjutkan prosedur hukum yang berlaku.

Fokus utama lembaga antirasuah saat ini adalah mendalami dugaan suap atau gratifikasi dalam seleksi perangkat desa yang dinilai tidak sesuai prosedur. Hingga berita ini diturunkan, jajaran pejabat teras Pemkab Pati, termasuk Wakil Bupati dan Pj Sekda, masih cenderung tertutup dan belum memberikan respons resmi terkait badai hukum yang menimpa pucuk pimpinan mereka.(*)

Editor : Indra Zakaria