KUDUS – Suasana di SMA Negeri 2 Kudus berubah mencekam pada Kamis pagi, dua puluh sembilan Januari dua ribu dua puluh enam. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang nutrisi siswa justru berujung pada gangguan kesehatan massal. Sedikitnya lima puluh enam pelajar dilaporkan jatuh sakit secara bersamaan dengan gejala yang mengkhawatirkan, mulai dari pusing, mual, hingga sesak napas, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan sempat tak sadarkan diri.
Laporan mengenai kondisi siswa yang drop mulai bermunculan sejak jam pelajaran pertama dimulai. Pihak sekolah segera menetapkan status siaga setelah satu per satu siswa tumbang dan mengeluhkan sakit perut yang hebat. Rentetan ambulans terlihat hilir mudik di gerbang sekolah, mengevakuasi para siswa yang kondisinya kian memburuk untuk dilarikan ke berbagai rumah sakit dan pusat layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Kudus.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Mustiko, mengonfirmasi bahwa hingga pukul sebelas siang, jumlah korban yang tercatat dalam daftar penanganan awal telah menyentuh angka lima puluh enam orang. Gejala yang dialami para siswa bervariasi; sebagian merasakan efek instan, sementara sebagian lainnya mengaku sudah merasa tidak enak badan sejak malam hari setelah menyantap menu MBG pada hari sebelumnya. Dr. Mustiko memastikan seluruh armada medis dikerahkan secara maksimal untuk menangani kondisi darurat ini, termasuk memberikan pertolongan pertama bagi siswa yang pingsan di lokasi.
Kesaksian dari para siswa mengungkap detail yang mencurigakan terkait menu yang mereka konsumsi. Travelina Trianova, siswi kelas dua belas, mengaku harus bolak-balik ke kamar mandi sejak malam hari setelah menyantap menu soto. Ia menyebutkan bahwa daging ayam yang disajikan dalam menu tersebut tercium aroma yang tidak sedap atau agak berbau. Keluhan serupa juga disampaikan oleh Dewi Aryani, yang masih merasakan lemas dan pusing meski telah mendapatkan penanganan awal atas diare yang dideritanya sejak malam.
Hingga berita ini diturunkan, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus masih terus melakukan pendataan lanjutan dan pendalaman intensif guna mengungkap penyebab pasti kejadian luar biasa ini. Sampel makanan dari program MBG tersebut dilaporkan telah diamankan untuk diuji di laboratorium. Sementara itu, pihak sekolah masih belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang mencoreng program nasional tersebut, sembari fokus mendampingi proses pemulihan para siswa yang masih menjalani perawatan medis.(*)
Editor : Indra Zakaria