Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tak Ada Toleransi! 13 Calon Petugas Haji Dicopot Akibat Indisipliner hingga Palsukan Data Medis

Redaksi Prokal • 2026-02-01 11:45:00
JALANI TES: Seleksi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) tahun 2025 lalu. Belasan calon dicopot saat proses pendidikan dan pelatihan tahun ini. (Foto: Salman Toyibi/Jawa Pos)
JALANI TES: Seleksi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) tahun 2025 lalu. Belasan calon dicopot saat proses pendidikan dan pelatihan tahun ini. (Foto: Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JAKARTA – Ketegasan diperlihatkan oleh Kementerian Haji dan Umrah dalam menyaring garda terdepan pelayan jemaah. Sebanyak 13 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terpaksa dipulangkan dan dicopot dari statusnya saat masih menjalani proses pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa keputusan pahit ini diambil setelah tim pelatih dari unsur TNI dan Polri menemukan berbagai pelanggaran serius. Alasan pencopotan tersebut meliputi tindakan indisipliner, pemalsuan absensi, hingga yang paling fatal adalah pemalsuan hasil pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up).

Salah satu temuan yang mengejutkan adalah adanya peserta yang nekat memalsukan data medis demi menutupi penyakit tuberkulosis (TBC) yang dideritanya. Dahnil menegaskan bahwa tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun. Petugas haji dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental yang prima karena mereka akan bekerja melayani jemaah dalam durasi yang sangat melelahkan.

"Kita ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya adalah melayani, bukan sekadar 'nebeng' naik haji gratis," tegas Dahnil saat pengukuhan PPIH Arab Saudi, Jumat (30/1). Ia mengingatkan bahwa para petugas ini adalah pekerja profesional yang dibayar oleh negara, sehingga kedisiplinan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Tahun ini, komposisi petugas haji berasal dari beragam latar belakang, mulai dari tenaga medis, aparat keamanan, jurnalis, hingga kalangan profesor. Namun, Dahnil menekankan bahwa di Tanah Suci nanti, seluruh latar belakang tersebut harus melebur dalam satu identitas sebagai pelayan tamu Allah. Sanksi pemecatan langsung juga telah disiapkan bagi petugas yang kedapatan lalai atau abai terhadap fungsinya saat sudah berada di Arab Saudi nanti. (*)

Editor : Indra Zakaria