Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada, BMKG Deteksi 40 Titik Panas di Riau: Indragiri Hilir dan Pelalawan Jadi Lokasi Terbanyak

Redaksi Prokal • 2026-02-02 10:10:05
Personel BPBD Pelalawan melakukan pendinginan karhutla di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, beberapa waktu lalu. (dok riaupos.co)
Personel BPBD Pelalawan melakukan pendinginan karhutla di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, beberapa waktu lalu. (dok riaupos.co)

PEKANBARU — Memasuki awal pekan pertama Februari 2026, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan adanya peningkatan aktivitas termal di wilayah Sumatera. Berdasarkan pantauan citra satelit pada Senin, 2 Februari 2026, tercatat sebanyak 160 titik panas (hotspot) tersebar di seluruh Sumatera, dengan Provinsi Riau menyumbang 40 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota.

Data dari BMKG Pekanbaru menunjukkan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Riau, yakni sebanyak 12 titik. Kondisi ini disusul ketat oleh Kabupaten Pelalawan dengan 11 titik, Bengkalis 7 titik, dan Kepulauan Meranti 5 titik. Selebihnya, titik panas juga terdeteksi di Kota Dumai dan Siak masing-masing 2 titik, serta satu titik terpantau di Indragiri Hulu.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah titik panas ini merupakan indikasi suhu permukaan yang lebih tinggi dari sekitarnya, namun belum tentu merujuk pada kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara langsung. Pihaknya menekankan pentingnya verifikasi lapangan oleh instansi terkait untuk memastikan apakah titik panas tersebut memerlukan penanganan pemadaman darurat atau hanya akibat aktivitas permukaan lainnya.

Terkait prakiraan cuaca, wilayah Riau secara umum didominasi oleh kondisi udara kabur hingga cerah berawan dengan suhu udara yang cukup terik, berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Meski cuaca cenderung panas, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di wilayah Rokan Hulu, Kampar, dan Kuantan Singingi pada waktu tertentu. Kelembapan udara dilaporkan berada pada kisaran 55 hingga 98 persen dengan embusan angin dari arah Utara ke Timur.

Selain kondisi di daratan, BMKG juga mengeluarkan catatan mengenai kondisi perairan. Secara umum, tinggi gelombang di perairan Riau masih masuk dalam kategori rendah (0,5 hingga 1,25 meter). Namun, para pengguna jasa transportasi laut diminta waspada saat melintasi jalur perairan Dumai–Bengkalis, karena terdapat potensi gelombang kategori sedang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi alam yang cepat.(*)

Editor : Indra Zakaria