Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bukan Libur Tambahan, Pemerintah Terapkan WFA 5 Hari untuk Urai Kepadatan Mudik Lebaran 2026

Redaksi Prokal • 2026-02-11 13:10:00
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (10/2). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (10/2). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JAKARTA - Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau pengaturan kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat sekaligus memecah potensi penumpukan arus mudik dan balik Lebaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kebijakan ini jangan disalahartikan sebagai penambahan cuti bersama. Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

"Pemerintah menerapkan skema kerja Work From Anywhere, bukan libur ya, ini harus clear. WFA atau flexible working arrangement," tegas Airlangga.

Berdasarkan jadwal yang disusun pemerintah, skema WFA ini akan berlaku selama lima hari, yakni pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Dengan adanya rentang waktu fleksibel tersebut, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan mudik lebih awal dan pulang lebih akhir tanpa mengabaikan kewajiban pekerjaan.

Terkait teknis pelaksanaannya, Airlangga menjelaskan bahwa ketentuan lebih lanjut akan diatur secara mendetail oleh instansi terkait. Untuk kalangan ASN, kebijakan akan berpayung pada Surat Edaran (SE) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Sementara itu, bagi pekerja di sektor swasta, panduan teknis akan diterbitkan melalui Surat Edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya menciptakan manajemen lalu lintas yang lebih manusiawi dan teratur, sehingga momen libur keagamaan nasional tahun ini tidak terganggu oleh kemacetan ekstrem yang berlebihan. (*)

 

Editor : Indra Zakaria