Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Super Air Jet Minta Maaf Atas Delay 5 Jam Jakarta-Bali, Lion Air Group Klaim Kendala Teknis

Redaksi Prokal • 2026-02-15 14:42:09
Ilustrasi pesawat maskapai Super Air Jet milik Lion Air Group. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi) 
Ilustrasi pesawat maskapai Super Air Jet milik Lion Air Group. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi) 

 

JAKARTA — Manajemen Lion Air Group akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden keterlambatan parah yang dialami penumpang Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU-742 rute Jakarta menuju Bali pada Jumat lalu. Maskapai yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan para penumpang yang tertahan di bandara selama lebih dari lima jam dari jadwal semula.

Corporate Communication Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh adanya pemeriksaan teknis tambahan pada armada yang dijadwalkan terbang. Menurutnya, langkah ini merupakan prosedur wajib di luar jadwal rutin demi memastikan seluruh aspek keselamatan dan keamanan terpenuhi sebelum pesawat diizinkan mengudara. Proses pengerjaan teknis yang membutuhkan waktu cukup lama tersebut akhirnya berdampak pada pergeseran jadwal rotasi pesawat di rangkaian penerbangan berikutnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak maskapai mengklaim telah menyalurkan kompensasi kepada para penumpang sesuai dengan regulasi penerbangan yang berlaku di Indonesia. Danang menegaskan bahwa meskipun keterlambatan ini merugikan waktu penumpang, pihak manajemen tidak akan berkompromi dalam hal keselamatan penerbangan yang tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap operasionalnya.

Namun, kendala operasional ini sempat memicu kegaduhan di media sosial setelah beberapa tokoh publik menyuarakan kekecewaannya. Salah satunya adalah unggahan dari akun Instagram @dasadlatif1212 yang menceritakan pengalaman tertahan berjam-jam tanpa kejelasan informasi yang memadai dari pihak maskapai. Keluhan tersebut menyoroti pola keterlambatan yang dianggap sering terjadi, di mana konsumen merasa hak-haknya terabaikan dan hanya diberikan kompensasi berupa permohonan maaf tanpa solusi jangka panjang yang memuaskan.

Kritik pedas di media sosial ini menambah tekanan bagi Lion Air Group untuk terus memperbaiki layanan komunikasi di lapangan, terutama saat terjadi situasi darurat atau kendala teknis. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi industri penerbangan nasional mengenai pentingnya transparansi informasi kepada penumpang guna menjaga kepercayaan publik di tengah ketatnya persaingan bisnis maskapai bertarif rendah. (*)

Editor : Indra Zakaria