Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Modus Kopi Ternyata Kratom Asal Kalbar, Mau Diselundupkan ke India

Redaksi Prokal • 2026-02-25 17:47:25

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin bersama jajaran Bea Cukai menunjukkan kratom yang hendak diselundupkan ke luar negeri. (ISTIMEWA)
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin bersama jajaran Bea Cukai menunjukkan kratom yang hendak diselundupkan ke luar negeri. (ISTIMEWA)


Sinergi aparat kepabeanan kembali membuahkan hasil besar setelah upaya penyelundupan puluhan ton kratom berhasil digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasi tinggi atas ketegasan petugas dalam menjaga integritas perdagangan internasional di wilayahnya.

Kasus ini terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan fisik terhadap muatan yang awalnya dilaporkan sebagai foodstuff coffee atau bahan pangan kopi. Namun, hasil penggeledahan justru menemukan rajangan daun hijau seberat 90.200 kilogram yang dikemas dalam karung-karung besar siap kirim menuju India.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan masyarakat Jawa Tengah, kami sangat mendukung ditegakkannya aturan-aturan yang berkaitan dengan kepabeanan, ekspor, dan impor. Penegakan yang tegas dan transparan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Taj Yasin saat menghadiri konferensi pers di Tempat Penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Rabu (25/2/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menekankan bahwa komoditas kratom memerlukan pengawasan yang sangat ketat. Meskipun memiliki nilai ekonomi yang menggiurkan, ia mengingatkan bahwa aspek manfaat dan dampak kesehatan dari tanaman tersebut masih harus melalui tahapan uji yang valid.

“Kratom ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi manfaat dan dampaknya tetap harus melalui tahapan uji. Karena itu, pengawasannya harus benar-benar diperkuat,” tegasnya di hadapan awak media.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan DIY, Agus Yulianto, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan buah dari analisis intelijen yang matang. Barang haram yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat tersebut mencoba mengelabui petugas dengan dokumen palsu sebelum akhirnya terdeteksi pada pemeriksaan fisik.

Wagub Taj Yasin meyakini bahwa pengawasan yang konsisten tidak akan menghambat perdagangan, melainkan justru memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Emas sebagai pintu ekspor yang kredibel. Ia berharap aktivitas ekonomi Jawa Tengah terus tumbuh dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Dengan penegakan yang konsisten, target-target Pelabuhan Tanjung Emas tidak hanya tercapai, tetapi juga melampaui. Ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi Jawa Tengah terus tumbuh,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria