PROKAL.CO– Gelombang mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah. Kementerian Perhubungan RI memproyeksikan sebanyak 143,91 juta jiwa atau sekitar 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan pulang kampung. Jawa Timur sendiri diprediksi menjadi magnet utama dengan tujuan mudik mencapai 27,29 juta orang.
Menyikapi data masif tersebut, Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo mulai mematangkan persiapan. Sebagai pintu masuk utama lewat jalur udara di Jawa Timur, pengelola bandara memastikan seluruh infrastruktur dan personel dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi lonjakan penumpang.
General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, menegaskan bahwa pengecekan fasilitas telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek keamanan hingga kenyamanan penumpang di terminal.
“Kami memastikan seluruh aspek operasional dan fasilitas dalam kondisi siap, mulai dari terminal penumpang, area check-in, ruang tunggu, sistem keamanan, hingga kesiapan personel pelayanan," ujar Tohir, Selasa (3/3).
Fasilitas Maksimal dan Nuansa Religi
Selain kesiapan teknis seperti toilet, musala, dan area parkir, pihak bandara juga memperkuat koordinasi dengan maskapai, TNI/Polri, serta otoritas penerbangan untuk menjamin kelancaran arus penumpang. Menariknya, Bandara Juanda juga menyiapkan berbagai program khusus untuk menyemarakkan suasana Ramadan, seperti pembagian takjil gratis, pertunjukan musik religi, hingga dekorasi tematik Lebaran.
Meski lonjakan penumpang sudah di depan mata, hingga saat ini belum ada maskapai yang secara resmi mengajukan penerbangan tambahan (extra flight). Tohir menjelaskan bahwa tren pengajuan tambahan jadwal terbang biasanya baru akan terlihat mendekati hari H.
“Permintaan extra flight dari maskapai biasanya mulai diajukan sekitar H-20 Lebaran. Dengan persiapan yang matang, kami optimistis dapat melayani masyarakat dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.
Dengan prediksi pergerakan manusia yang mencapai ratusan juta jiwa, Bandara Juanda diharapkan mampu menjadi tulang punggung transportasi yang andal bagi para pemudik yang rindu berkumpul bersama keluarga di Jawa Timur.(*)
Editor : Indra Zakaria